Selasa, 24 September 2013

Kisah Hidup Bae Yong Joon - Bagian 2

Saya merasa begitu banyak penyesalan untuk drama First Love

The Dailysports Newspaper (1997 ~ 8 20 9 20).
Diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Hyeon.
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Meytamaria di byjindofam.blogspot.com.
[Mohon kredit ditulis lengkap bila dimuat kembali di lain tempat].


www.asianwiki.com


Rating drama ini sangat menakjubkan, belum pernah terjadi sebelumnya dan popularitas yang saya peroleh juga diluar dugaan saya.  Namun, drama ini juga menghasilkan begitu banyak penyesalan buat saya sebagai seorang aktor.

Selama 8 bulan shooting 66 episode First Love, saya mengalami frustrasi karena merasakan kurangnya kemampuan akting saya.  Biasanya setelah syuting selesai, meskipun semua staff dan pemain lain telah meninggalkan lokasi syuting, saya masih sering duduk melamun sendiri di lokasi.  "Mengapa saya tidak tampil lebih baik di adegan..."  "Saya bisa tampil lebih baik dalam situasi...."

forums.soompi.com

Saya selalu menghabiskan satu atau dua jam untuk mengingat adegan yang sudah dilakukan.  Lalu saya akan merasa menyesal dan menyalahkan diri sendiri karena tidak berkinerja dengan baik.  Untungnya, tidak hanya penyesalan saja yang tersisa.  Ketika mengingat kembali gairah saya dalam drama tersebut, saya bisa tersenyum sekarang.  Bisa selamat dari peristiwa menakjubkan tersebut telah menjadi kenangan yang menyenangkan sekarang.

Syuting hari pertama di Chun-chon.  Adegannya saya mengendarai motor mendahului sebuah jip tapi kemudian terjatuh ketika mencoba untuk menghindari tabrakan dengan sebuah truk.  Tepat pada saat itu, saya sudah mendahului jipnya dan siap untuk jatuh, tapi saya merasa terlalu dekat dengan garis tengah jalan raya.  Truk itu terus melaju.  Jika saya jatuh disaat yang seharusnya, truk itu akan langsung melindas kepala saya.

forums.soompi.com

Dengan segenap kekuatan, saya memperlambat laju motor dan jatuh seperti yang seharusnya.  Saya merasa hanya ada jarak yang kurang saat itu.  Suara roda truk yang melaju menyapu saya bagaikan ledakan angin dan kemudian saya terlempar ke jalan.  Ketika saya bangun, saya merasakan sakit di pergelangan tangan kiri, dan lingkungan yang tiba-tiba bising.  Orang-orang datang berlari menghampiri saya.  Juga, PD Lee Jin-Yeung langsung berteriak "stop syuting".  Mereka pikir saya sempat tertabrak.  Untungnya, kameraman telah menangkap adegan pada saat yang kritis tersebut dan ia heran dengan dengan dirinya sendiri.

Kecelakaan tidak berakhir disini.  Ini terjadi lagi pada hari berikutnya .....  Setelah kecelakaan pada hari sebelumnya, sayamerasa agak tenang.  Namun, kalau saya mengingat lagi situasinya, saya merasa pusing.  'Apa yang akan terjadi jika saya jatuh sedikit lebih awal, pikiran itu membuat saya merasakan dingin yang merayap di sepanjang tulang belakang dan membuat saya merinding.  Namun, merinding saja itu tidak menjadi masalah.  Persendian pergelangan tangan kiri saya cidera sejak kecelakaan itu.

Sebenarnya masih ada banyak adegan dengan sepeda motor tetapi saya merasakan kekuatan yang tidak maksimal ketika pergelangan tangan saya harus memegang pegangan sepeda motor.  Dengan perasaan cemas, saya tetap melanjutkan syuting.  Kali ini, adegannya saya harus naik sepeda motor dengan menaiki tangga.  Meskipun saya bisa meminta seorang pemeran pengganti, PD ingin saya sendiri yang melakukannya dan saya juga ingin melakukannya sendiri.  Dengan perban yang erat di pergelangan tangan kiri, saya kemudian naik di sepeda motor tersebut.  Saya terus mengatakan pada diri saya sendiri, "Saya bisa melakukannya".  Dan setelah menerima tanda "Cue", dengan suara menderu, sepeda motor melaju dengan cepat ... di udara.  Kemungkinan karena pergelangan tangan kiri saya tidak bisa berfungsi secara normal maka saya tiba-tiba melepaskan gagang.  Tampaknya roda depan sepeda motor itu naik ke langit, dan saya merasa terlempar jatuh ke tanah.

forums.soompi.com

Tiba-tiba, seseorang meraih bagian belakang leher saya dengan tangannya.  Dan kemudian tubuh saya sudah meluncur ke halaman di samping tangga.  Terima kasih pada PD seni bela diri yang sudah menduga kondisi saya sebelumnya sehingga dia terus mengawasi saya.  Akibatnya, ia bisa menangkap dan melemparkan saya dengan sigap pada saat ia melihat saya akan jatuh.  Dengan memikirkan hal ini, saya mengucapkan terima kasih untuk apa yang telah dilakukannya untuk saya dengan keterampilannya yang luar biasa.

Lalu, saya merasa ditantang lagi.  Tidak perlu untuk menginspirasi diri saat ini.  Kebanggaan didalam diri jauh lebih dari cukup.  Perasaan tak tertahankan terhadap pergelangan tangan kiriku, tangga dan sepeda motor mengilhami saya saat ini.  Harga untuk sukses adalah banyaknya sisa jujuba (es krim Korea yang tidak lembut tapi es krim beku).  Pengobatan terbaik untuk keseleo dari ligamen pergelangan tangan adalah untuk menerapkan es-pack.  Karena syuting yang terus menerus, saya tidak memiliki kesempatan untuk dirawat dengan tepat dan apa yang paling saya butuhkan saat itu adalah es.  Namun, bagaimana bisa mendapatkan es di tempat syuting?  Oleh karena itu, kami menemukan sebuah alternatif, jujuba.  Manajer saya, Young-chan dan Dae-ok, berulang kali membeli jujuba dari toko lokal.  Berulang kali juga, jujuba meleleh, dan orang-orang akan memakannya sampai tak seorang pun ingin memakannya lagi, dan akhirnya ada sekitar 40 - 50 kantong vinil jujuba yang tersisa.

Saya sempat terluka lagi selama syuting tapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan 2 kecelakaan sebelumnya.  Adegan ini terjadi di gudang, dimana saya dikeroyok oleh geng.  Sebenarnya, semua adegan aksi termasuk menghindari dan memukul telah diatur sebelumnya sesuai dengan script.  Namun demikian, dengan tak terduga kepalan datang ke arah saya.  'Puck' itu bukan efek suara tapi suara pecah yang datang dari bibir saya.  Saya tiba-tiba merasakah kejang dan bergidik di seluruh tubuh.  Seperti kita ketahui, petinju akan merasa seperti di neraka ketika ia mendapat pukulan di perut dan merasa seperti surga ketika ia dipukul di wajah.  Saya tidak pernah mengerti rasa yang seperti itu sampai saya merasakan pukulan di wajah saya.

happiebb.blogspot.com

Ketika saya mengusap darahnya, saya menemukan wajah sangat menyesal di depan saya.  Itu milik Mr Yun Jin-ho.  Meskipun saya sudah berkali-kali menjelaskan kepada Mr Jinho bahwa tidak ada yang perlu disesali, saya masih tidak bisa menghentikan permintaan maafnya sepanjang syuting.  Karena bibir saya sobek dan bengkak, saya akhirnya harus menunda jadwal syuting sebuah CF.  Hari-hari berikutnya, giliran saya untuk merasa menyesal.  Saya masih bisa tahan dengan niatnya untuk memperhatikan saya dengan ekstra hati-hati, tapi dia masih tetap membelikan saya ini dan itu, dan membuat saya terpesona.  Lebih buruknya lagi, membanjirnya telepon protes dari penggemar saya terhadap Mr Jinho setelah berita cedera yang saya alami dimuat di suatu surat kabar.  Saya merasa sangat malu sampai ingin bersembunyi di lubang tikus.

Drama ini juga mengajarkan saya satu hal, air mata, sebagai seorang artis.  Selama ini, saya tidak bisa menangis.  Namun, drama ini mengajarkan metode tentang bagaimana menangis.  Ada adegan dimana Mr. Kim In-Moon, yang memainkan peran sebagai ayah saya, berteriak "semua tidak ada gunanya lagi " ke arah saya sambil terbaring tak berdaya di ranjangnya.  Dan saya harus berlari sambil menangis keluar dari ruang perawatan.  Sebelum syuting, saya pikir "Apakah saya bisa berhasil?"  Namun, begitu saya berlari keluar dari ruang perawatan, air mata saya langsung jatuh bercucuran.  Setelah menyelesaikan adegan, saya beristirahat di van, dan air mata saya masih mengalir seperti sebelumnya.  Karena bahagia, mulut saya tersenyum tapi air mata saya masih berlinang.  Young-Chan, yang sebelumnya sudah berada di van, melihat saya seperti itu, menjadi bingung tetapi tidak bisa menahan diri untuk tertawa.  Tapi saya tidak peduli.  Saya masih merasa heran, bagaimana saya bisa menangis.

me.hancinema.net

Ini mungkin karena pengalaman sebelumnya, saya bisa menangis bebas tanpa merasa gugup ketika saya melihat Choi Jong Su - yang berperan sebagai kakakku dalam drama, berbaring di bangsal karena kecelakaan.  Saya tidak bisa mengerti bahwa saya, yang tidak pernah bisa menangis, bisa menangis hanya untuk sebuah peran.  Setelah banyak berpikir, saya menarik kesimpulan bahwa saya dipengaruhi oleh orang-orang sekitar, Mr Kim In-Moon, Mr Choi Jong Su-dan Miss Song Che-Hwan, kakak sulung saya dalam drama ini.  Mereka memperlakukan saya sebagai salah satu keluarga tidak hanya dalam syuting tetapi juga dalam kehidupan nyata, yang membantu saya untuk mendalami peran dengan lancar.

happiebb.blogspot.com

Mr. Kim In-Moon dan saya selalu yang pertama tiba di tempat syuting setiap hari.  Ketika saya disambut Mr Kim di ruang tunggu sementara tidak ada orang lain di sana, dia akan selalu memberi pelukan dan tepukan di pinggul saya.  Cara seperti itu telah menjadi awal dari tugas kita sehari-hari sejak itu.  Selain itu, saya mengubah cara memanggilnya dari 'Sir' menjadi 'Ayah'.  Bagi saya, Mr Kim benar-benar seorang ayah ketimbang pemain senior.  Keluarga Chan-Woo seperti sebuah kenyataan.  Selama waktu makan makan, tim lain akan makan secara individual tapi keluarga kami selalu makan bersama-sama.  Mr. Kim selalu mengambil obat yang sebelumnya sudah disiapkan dari sakunya jika seseorang tampak lelah karena syuting.  Su-Jong sering memberi saya pakaian, sepatu, dll dan memperlakukan saya seperti adiknya.  Selain itu, Miss Chae-Hwan selalu memberi kami kopi hangat yang dibuatnya sendiri.

Tim sedang berkumpul untuk makan bersama.  Adalah hal yang biasa untuk saling bersulang.  Tapi Mr.Kim, yang saat itu kesehatannya lagi kurang baik, merasakan sulit untuk menolak bersulang dari kami yang masih muda-muda.  Kemudian Su-Jong dan saya yang duduk di samping Mr Kim, kami mengatakan, "Ayah, terima saja semuanya.  Biar kami yang menangani", dan Mr Kim menerima semua sulangan tanpa ragu-ragu.  Tentu saja, kita berdua kakak-adik yang akhirnya mabuk.


Lee Yeung Jin-PD telah mengajarkan saya sebuah pelajaran besar yang tidak akan pernah saya lupa.  Sekali waktu, saya memakai celana panjang yang harus diikat di bagian pergelangan kaki.  Agar lebih keren, saya tidak mengikatnya seperti seharusnya, dan PD Lee PD memanggil saya.  Dia menunjuk pergelangan kaki celana saya dan memarahi saya "apa yang Anda katakan dan apa yang Anda kenakan adalah model bagi semua remaja.  Fans melihat aktor sebagai guru mereka.  Bagaimana Anda dapat muncul dengan cara seperti itu?".  Kemarahannya sangat tak terduga.  Pada saat itu, saya merasa sangat malu dan wajah saya berubah merah.  Saya masih mengingat pelajaran yang saya dapat saat itu, bahwa 'seorang aktor adalah public figure'.

forums.soompi.com

2 komentar:

  1. Wow, makasih ya meytamaria buat ceritanya...ga nyangka...seorang BYJ juga mengalami penyesalan dan pertentangan batin di dalam jiwanya....tapi dia berhasil melewatinya....yippie....^^

    BalasHapus
  2. Iya sama-sama Cyang... hehe, sebenarnya aku kurang setuju dengan judul artikel ini lho. harusnya pelajaran bukan penyesalan, hehehe... tapi ya itu judul asli dari Yong Joon langsung lho. mungkin karena ini drama yang benar2 membentuk karakter seorang bae yong joon. i really love this drama.

    BalasHapus