Minggu, 22 Desember 2013

[Berita] Bae Yong Jun Pacaran dengan Wanita 14 Tahun Lebih Muda

sumber : wowkeren



WowKeren.com - Kabar mengejutkan datang dari bintang serial "Winter Sonata", (BYJ). Ia diisukan menjalin kasih dengan seorang wanita yang lebih muda 14 tahun. Kini agensinya membenarkan isu tersebut.

"Wanita itu berusia 27 tahun dan bukan selebriti. Saat ini mereka memang berpacaran," ucap jubir KeyEast Entertainment. "Mereka bertemu pada makan malam melalui seorang kenalan dan sudah jalan bersama selama 3 bulan."

"Karena wanita itu bukan selebriti maka kami tidak bisa menguak lebih banyak mengenai dia," lanjut jubir. "Mereka sudah mulai menjalin hubungan serius sehingga kami minta dukungan publik terhadap pasangan baru ini."

Meski hubungan asmara itu berjalan serius namun agensi menegaskan BYJ belum berencana menikah. "Ini masih 3 bulan jadi belum ada pembicaraan mengenai masa depan meski mereka serius," imbuh jubir.

Terkuaknya hubungan BYJ dengan sang kekasih bermula dari laporan media Jepang pada 23 Desember lalu. Kabarnya kekasih CEO KeyEast tersebut lebih banyak berada di Amerika dan merupakan putri pebisnis terkenal di Korea. (wk/mr)

Minggu, 15 Desember 2013

byj- 'In-Soo' | April Snow

' Have you ever loved to death ? '... Selamat menikmati MV gendeng dari 'Fans Gendeng'-nya Bae Yong Joon.. Selamat Natal, Insoo..

Rabu, 27 November 2013

BYJ - In Your Eyes MV



Satu lagi MV yang saking gendengnya sampe bikin aku nangis tiap liat ini...
Selamat menikamati yaaa..


Video from YT by Shinara17

Senin, 25 November 2013

BYJ - My Eternal Flame MV



Salah satu MV yang paliiing aku suka..
Makasiih udah bikin MV kayak gini yaaa.. 



Video from YT by Shinara17



Selasa, 19 November 2013

Kisah Hidup Bae Yong Joon - Bagian 3

Di Masa Kecilku, Aku Penuh Rasa Ingin Tahu

Dimuat di The Dailysport Newspaper (1997 ~ 9.20 - 8.20).  Posted by Chiligoyo in Soompi BYJ thread. Diterjemahkan kedalam Bahasa Inggris oleh Hyeon. Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Meytamaria di byjindofam.blogspot.com. [Mohon kredit ditulis lengkap bila dimuat lagi dilain tempat].



Ini cerita tentang masa kecilku. Aku lahir di sebuah rumah sakit di Seoul, 29 Agustus 1972. Sampai kelas 5 SD, aku hidup dengan gaya tradisional Korea di Yongdu-dong dekat Gerbang Timur di kota Seoul.

Aku sangat nakal waktu kecil sehingga sering membuat orang tuaku lelah menghadapi aku. Meskipun sebagian besar anak-anak memang memiliki rasa ingin tahu di masa tersebut, tapi aku tampaknya berlebihan. Ketika aku mulai bisa berbicara, kata yang paling sering aku ucapkan adalah 'apa itu?' atau 'kenapa?' Setiap mainan tidak akan bertahan seharipun di tanganku. Setelah bermain hanya untuk satu atau dua jam, aku ingin tahu tentang prinsip pengoperasian mainan tersebut.

Selanjutnya, aku akan membongkar mainan tersebut. Loteng adalah ruang kerjaku. Aku selalu ke loteng dengan diam-diam sambil membawa obeng dan palu. Ketika aku menghilang dari pandangannya, mamaku biasanya langsung mencariku di loteng. Dan selalu saja ada adegan yang sama, kata-kata yang sama. Mainan yang ia belikan sudah terpisah-pisah dan berserakan disana-sini. Dengan tanpa rasa bersalah aku berkata, "Mama, mengapa mainan itu jadi begitu ya?" sambil memegang obeng dan palu.

Selanjutnya aku akhirnya bosan dengan memisah-misahkan (membongkar) mainan, dan mulai tertarik untuk merakit atau membuat mainan seperti tank atau pesawat. Aku berbeda dengan kebanyakan anak-anak yang suka bermain bersama. Jika aku suka bermain bersama, aku tidak mungkin memiliki rasa ingin tahu yang berlebihan. Kemudian, menjadi hal yang biasa buat aku untuk mengalami hal yang tak terduga karena aku ini selalu penasaran dan suka mencari tahu sendiri.




Ada beberapa kejadian yang aku ingat. Aku punya rasa ingin tahu yang besar dan pikiran yang selalu ingin bereksperimen, yang kemudian sering menjadi masalah yang tak terduga. Suatu hari, ketika aku berumur 6 tahun, aku melihat ada kacang-kacangan di lantai. Dan adikku sedang bermain di halaman.  Kacang dan adikku.  Tiba-tiba, aku penasaran... Berapa banyak kacang sih yang bisa masuk ke dalam hidungnya? Aku pun menggodanya dan mulai memasukkan kacang ke dalam hidungnya. Adikku mulai mengeluh sesak napas. Aku menjadi khawatir karena adikku mulai kesakitan. Meskipun aku sudah mencoba untuk mengeluarkannya, tetapi kacang itu malah semakin masuk kedalam hidungnya. Lalu tiba-tiba aku mendengar suara orang tuaku. "Aku akan mengeluarkannya besok, tolong jangan beritahu papa atau mama  tentang hal ini ya." Aku membujuk adikku untuk tidak mengatakan apa-apa sampai kemudian aku tertidur. Masalah besar terjadi di hari berikutnya. Aku terbangun oleh tangisan adikku dan suara panik orangtuaku. Hidung adikku membengkak. Akhirnya, setelah dibawa ke rumah sakit, kacang itu bisa dikeluarkan dari hidungnya. Dan adikku tidak pernah melupakan peristiwa tersebut sampai sekarang.

Pada waktu itu, aku sangat senang menonton TV. Di beberapa drama, aku sering mendengar orang mengucapkan kata-kata "kredit" setelah membeli barang dan mereka keluar tanpa kesulitan apapun. Ketika aku melihatnya terus-menerus, aku pikir kata-kata "kredit" ini seperti peti harta karun. Ada sebuah toko kecil di depan rumahku. Setelah memilih kue kesukaanku, dengan sangat senang aku berteriak kepada penjaga toko, "kredit!" dan pulang. Tidak ada yang terjadi sampai mamaku kembali dari pasar dan kelihatan sangat terkejut. Aku yakin bahwa penjaga toko itu telah memberitahu mamaku tentang peristiwa di tokonya. Dengan air mata bercucuran, aku akhirnya mendapatkan pelajaran bahwa jika kita meniru semua yang di TV, telapak tangan kita akan kena pukulan.



Kalau dipikir-pikir, aku punya pengalaman kejahatan yang sangat memalukan. Waktu itu aku berusia 6 tahun. Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku sangat tertarik dengan mainan. Dan ada mainan yang sangat menarik perhatianku di sebuah toko alat tulis. Tapi, orangtuaku tidak mau membelikannya untukku. Suatu hari, aku melewati toko alat tulis tersebut dan mainan itu sedang dipamerkan diteras di luar toko tersebut. Untuk sesaat, aku merasa bimbang. Dan setelah berhasil mengambilnya dengan diam-diam, aku langsung pulang. Tiba didepan pintu rumah, muncul beberapa ide di kepalaku. "Jika aku datang dengan cara seperti ini, mamaku pasti langsung marah". Oleh karena itu, aku harus membuat skenario. Ide yang bagus itupun muncul. Pertama, aku akan meninggalkan mainan tersebut didepan pintu gerbang dan aku masuk ke rumah seperti biasa sepulang sekolah. Kemudian aku akan pura-pura keluar dan mengatakan "Siapa itu?" Dan aku akan masuk kerumah dengan membawa mainan itu.  Jika nanti mama bertanya, aku mencoba menjelaskan bahwa saat aku keluar ternyata tidak ada orang dan menemukan mainan ini tertinggal didepan rumahku. Namun, mama hanya menatapku dengan ekspresi yang mengerikan. Akhirnya suaranya yang keras membuatku sangat takut. "Bagaimana kau bisa seperti itu?" Skenario pertama aku sama sekali tidak berhasil. Setelah mengatakan yang sebenarnya, aku dicambuk.

Mamaku sering membuat minuman sirup madu yang rasanya sangat enak. Aku pikir itu adalah minuman gula. Saat mamaku sedang tidak dirumah, aku masuk ke dapur dengan diam-diam. Aku memasukkan gula ke secangkir air dan mengaduknya dan kemudian meminumnya dengan bersemangat. Tapi kok rasanya mengerikan... Aku kemudian muntah. Itulah alasan kenapa aku tidak suka penyedap sintetis. Setelah kejadian itu, setiap kali aku mau menambahkan gula ke minuman apapun, aku harus memastikan itu adalah gula sungguhan atau tidak. Sejak saat itu, pengalaman itu menjadi pelajaran buatku 'hati-hati dengan segala sesuatu'.

***

Sabtu, 16 November 2013

[Foto] Bae Yong Joon menghadiri Konser Kim Hyun Joong di Jepang - Part 1 & 2

sumber: pyokotan829

Diambil dari BYJ official mobile site - live video (2013/11/13)
 
Part 1.


============

Part 2.



Rabu, 13 November 2013

BYJ - Shades Of Memories MV


Ni MV aku yang masih greeesss...
Selamat menikmati yaaa..



Video dari YT oleh rinarif7




Selasa, 12 November 2013

[Foto] BYJ Mengikuti Pelatihan dan Kursus Q-Grader (part 2)

Kredit : Dimuat oleh Dam Su di Soompi BYJ Thread. Photo Credit : YJ2829, SangmooHyun, Miran Oh, Myung Hee.


Berikut adalah beberapa foto Bae Yong Joon mengikuti berbagai kegiatan di Pelatihan dan Kursus Q-Grader




Serius banget ya Yong Joon, serius berlatih dan serius makan juga. Hahahaa... 


Wahhh, yang lain pada narsis kok Yong Joon malah termenung, liatin apa tuh?! 


Pasti Yong Joon lagi sign bukunya, kenang-kenangan buat guru kursusnya :) 


Terjemahannya : Terima kasih untuk hadiahnya, Mr. Yong Joon.  Sampai ketemu di Robusta Class, Februari 2014 di US.


Jumat, 08 November 2013

[Foto] BYJ Mengikuti Pelatihan dan Kursus Q-Grader (Part 1)

Kredit: Dimuat di Soompi BYJ thread oleh Dam Su (sumber: Coffee Quality Institute FB), diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia oleh Meytamaria untuk http://byjindofam.blogspot.com [Mohon kredit ditulis lengkap bila dimuat lagi ditempat lain].


Foto-foto saat Bae Yong Joon mengikuti Kursus dan Pelatihan untuk mendapatkan Sertifikat Q-Grader di Vis-a-Vis Coffee Lab., South Korea, 8-13 Oktober 2013.








DamSu: Aku mendengar Yong Joon sudah lulus ujian kualifikasi dan sudah bersertifikat Q-grader. Menurut beberapa rumor, ujian kualifikasi untuk sertifikasi ini sangat sulit dengan hanya 10% tingkat kelulusan. Anda perlu mengambil 22 ujian untuk menjadi Q-grader. Jadi apa itu Q-grader? Q-grader bukan hanya sertifikasi biasa. Menurut yang saya baca, Q-grader adalah orang yang sudah dianggap ahli di bidang kopi. Seseorang yang bisa membedakan antara kopi yang super baik dan kopi yang baik. Q-grader bisa mengetahui jika sekumpulan biji kopi yang masih hijau dan belum dipanggang memiliki potensi untuk menjadi secangkir kopi yang nikmat atau secangkir kopi yang biasa-biasa saja. Sertifikasi ini juga diakui secara internasional. Jika industri anggur memiliki sommeliers, industri kopi memiliki Q-grader. Untuk mempelajari lebih lanjut, Anda mungkin ingin klik LINK ini.

***

Rabu, 06 November 2013

Arti dan Pengaruh "Have We Really Loved" bagi Bae Yong Joon

Kredit : Dimuat oleh Liezle di Soompi BYJ thread. Artikel asli ditulis dalam Bahasa Inggris oleh happiebb di blognya: http://happiebb.blogspot.com. Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Meytamaria untuk http://byjindofam.blogspot.com. [Mohon kredit ditulis lengkap bila dimuat lagi ditempat lain].

Ini adalah salah satu dari seri tulisan bb tentang "Have We Really Loved" (HWRL) yang patut dibaca. Mungkin banyak diantara kalian yang belum menonton HWRL. Bagi sebagian besar penggemar setia Bae Yong Joon, selain "Winter Sonata" dan "First Love", drama ini juga banyak mempengaruhi mereka dan salah satu dari drama terbaik Yong Joon. Semoga melalui tulisan ini anda bisa lebih mengenal Yong Joon. Bahwa ada begitu banyak hal yang patut kita kagumi dari seorang Bae Yong Joon selain dari ketampanannya.

Apa Arti HWRL bagi Yong Joon & Bagaimana Itu Mempengaruhinya

Sebelum saya mulai, saya ingin mengatakan bahwa tulisan ini benar-benar pribadi. Meskipun saya pernah menulis di blog tentang tindakan amalnya dan kutipan-kutipan dari Yong Joon adalah fakta, tapi ada sedikit dari yang saya tulis ini adalah pandangan dan tulisan saya sendiri... Jadi tolong 'baca dengan hati-hati'...



Yong Joon menuangkan segenap hati dan jiwa kedalam drama ini. Lebih dari sekali dia mengatakan bahwa Jaeho adalah karakter yang meninggalkan kesan terdalam bagi dia, dan salah satu karakter favoritnya juga. Tentu saja, hal ini dikatakannya beberapa tahun yang lalu, dan setelah itu, dia sudah bekerja untuk produksi-produksi lainnya. Tapi aku sangat yakin kalau Jaeho akan selalu memiliki tempat khusus dihatinya. Bukan hanya karena drama ini satu-satunya yang tidak cukup membuat dampak dalam hal peringkat, tetapi karena drama ini adalah sangat khusus. Dia harus bekerja dengan penulis naskah yang hebat yang dia kagumi, dia harus bekerja dengan sutradara yang berhasil menarik lebih dari dia dari karya-karya sebelumnya, dan ia harus bekerja dengan artis peraih penghargaan, Kim Hye Soo. Dan, itu belum semuanya. Ini juga peran pertamanya menjadi seorang pria yang kurang sempurna. Di pikiran saya, First Love adalah drama dimana Yong Joon mengerti tentang akting, dan HWRL adalah drama dimana ia benar-benar menjadi master dalam hal seni berakting. Dia tidak hanya menggunakan ekspresi wajahnya untuk berakting, tapi ia telah melibatkan segala yang ia miliki, ekspresinya, gerakan tubuhnya, suaranya dan yang paling penting, hatinya.

Beberapa tahun kemudian dia juga pernah mengatakan kalau HWRL adalah drama favoritnya. Dan melalui HWRL juga penggemarnya telah melakukan sesuatu yang paling menyentuh hatinya, karena mereka telah memberi dukungan mereka untuk hidup orang lain, orang-orang yang kurang beruntung. Ya, saya sedang berbicara tentang pembentukan WJS Club (Woo Jung Sa atau HWRL), yang menjangkau untuk membantu orang-orang seperti Jaeho.



Dalam hal ini, soal Jaeho, saya kira tidak ada yang mengetahui Jaeho lebih baik atau lebih dalam dari Yong Joon sendiri.  Saya kira hanya dia yang benar-benar mengerti apa yang Jaeho telah lalui. Dalam sebuah wawancara melalui email yang dilakukan oleh WJS Club, ia mengatakan hal ini,

"Seperti yang Anda ketahui, dalam drama itu, ibu Jaeho meninggalkannya karena hidup menjadi sangat sulit setelah ayahnya meninggal. Oleh karena itu, demi karir dan kesuksesannya, Jaeho mengembangkan ambisi bahwa tujuan tertinggi dari kehidupan adalah 'uang'.

Namun, ia menunjukkan 'pengembaraan seorang manusia' ketika ia menyadari melalui cinta sejati bahwa uang bukanlah segalanya. Dan persis di aspek tersebut, bahwa kepolosannya dan kadang-kadang kelemahannya tampaknya menjadi daya tarik Jaeho. Aspek lainnya adalah kerapuhannya tentang perasaan cinta. Dia memutuskan untuk membenci ibunya yang meninggalkan dia, tapi ternyata kerinduannya jauh lebih dalam daripada kebenciannya, sehingga ia mencari sosok wanita seperti ibunya yang bisa membelai lukanya. Wanita tersebut adalah Shinhyung.  Dan dalam Shinhyung, ia menemukan 'cinta' dari hati seorang ibu.

Karena dia mencerminkan pengembaraan untuk mencari yang namanya 'cinta, ia bahkan mungkin muncul dengan lebih indah. "WJS membangkitkan air mata dari pemirsa tetapi juga memberikan harapan pada waktu yang sama. Drama ini menyajikan fakta bahwa orang pergi mengembara dan konflik banyak terjadi karena berbagai aspek cinta dan bagaimana mereka bisa menyembuhkan luka mereka. 'Cinta', yang merupakan asal dari dunia ini: saya percaya saya menjadi kecanduan cinta itu."

"Saya pikir WJS adalah sebuah drama dengan banyak cerita menarik. Ini bukan drama yang hanya ingin ditonton tapi drama yang mendesak pemirsa untuk merasakan dan berpikir dan berbicara tentang hal itu. Terus terang, itu adalah sebuah drama dengan lebih untuk 'dipikirkan' dari sekedar untuk 'ditonton'. Mungkin itu sebabnya ada kelompok yang bisa disebut 'maniak', yang mencurahkan cinta mereka terus-menerus tanpa popularitas umum, dapat dibentuk."

Selama syuting HWRL, Yong Joon menunjukkan bahwa ia benar-benar menghargai pendapat dan pandangan WJS netizens. Meskipun jadwal syuting yang padat, dia masih akan mencoba untuk log on ke forum yang dibuat MBC khusus untuk HWRL [bb: tidak yakin Anda tahu, tapi cara Korea syuting drama TV sangat berat. Banyak kali, apa yang Anda lihat di TV hari ini selesai syuting hari sebelumnya, sehingga Anda dapat membayangkan tim yang berada di bawah tekanan.]

Dia akan membaca diskusi dan mendalami analisis dari netizens, dan ia bahkan meninggalkan pesan enam kali.  Interaksi antara Yong Joon dan penggemarnya adalah yang tertinggi selama dia syuting HWRL, sesuatu yang tidak akan terulang lagi. Dalam pesan-pesannya, gaya tulisannya sensitif dan juga penuh dengan cinta, ketulusan dan ada juga perasaan bahwa ia memperlakukan pemirsa dengan setara, tidak berbicara seolah-olah dia lebih tahu.

"Saya selalu memberikan banyak perhatian untuk pendapat Anda tentang WJS yang diposting di papan MBC. Membaca pesan dari Anda, yang begitu tulus mencintai WJS, membuat saya merasa dan berpikir tentang banyak hal...

Ketika saya sekali menempatkan diri dalan situasi Jaeho dan ada keluarga atau teman yang bisa saya rasakan dalam hati saya, maka saya pikir orang-orang itu mungkin menjadi alasan lain mengapa saya harus melanjutkan hidup di dunia ini...

Sering kali, saya tidak bisa menemukan kesimpulan karena ragu-ragu dan tidak bisa memutuskan bagaimana saya harus menyapa ketika saya menghadapi Anda. Harap bertahanlah dengan pesan saya meskipun terasa membingungkan dan banyaklah membantu saya sehingga saya dapat membangun lebih banyak keberanian dan sering menyapa Anda meskipun saya tidak bisa menulis dengan baik.

Saya berharap WJS akan menjadi sebuah drama, yang dapat bersimpati dengan lebih dan berbagi bersama-sama oleh penulis Noh Hee-gyeong, sutradara Park Jong, staf lain, dan berbagai aktor, yang semuanya berusaha keras untuk membuat sebuah drama yang baik, dan oleh Anda pemirsa.

Penulis Noh Hee-gyeong, yang telah berusaha keras untuk drama ini, sutradara Park Jong dan banyak staf lain... Juga para pemain, yang berbagi hidup dan mati, suka dan duka bersama-sama selama lebih dari setengah tahun... Dan keluarga WJS... Terima kasih banyak untuk semua kesusahan Anda... WJS membuat saya merasa banyak dan belajar banyak sebagai seorang manusia biasa dan sebagai aktor. WJS bukan hanya drama yang lewat begitu saja. Ini akan mendapat tempat jauh didalam hati banyak orang, yang dengan WJS, untaian hari akan selalu menghubungkan kita bersama-sama."

Untuk seorang aktor yang memiliki interaksi dengan pemirsa, untuk hidup dan tumbuh bersama satu sama lain... itu adalah fenomena yang sangat  jarang terjadi di arena drama TV.



Adapun kinerja dan penggambaran seorang Jaeho, Yong Joon menilai dirinya sendiri seperti ini, "Akting saya 51 dari 100. Saya tidak memiliki pengalaman khusus, dan jujur, kemampuan akting saya juga kurang. Mungkin saya terlalu naif, tapi saya tidak bisa melakukan lebih dari satu hal pada suatu hal. Jadi, alasan untuk tidak memberikan diriku 49 poin karena [apapun hasilnya] saya telah bekerja dengan benar-benar keras dalam hal ini, saya telah memberikan yang terbaik."

Selama enam bulan syuting HWRL, Bae Yong Joon telah berubah total, benar-benar menjadi seorang pemuda bernama Jaeho.  Beban dan tanggung jawab Jaeho bertumpu pada bahu Yong Joon.  Yong Joon hidup dengan perjuangan Jaeho, merasakan sakitnya, sampai-sampai ketika Jaeho mengalami sakit kepala yang intens dan merasa mual dan muntah, Yong Joon benar-benar merasakan ini semua secara fisik.

Seorang penggemar pernah berkata, "Aku mencoba bernafas bersama Jaeho, dan saya merasa sangat sakit. Tapi bagaimana dengan Yong Joon? Untuk benar-benar membenamkan diri kedalam dunia Jaeho, pasti sangat sulit. Yong Joon harus benar-benar mencintai karakternya. Aku tidak bisa melihat bagaimana lagi drama ini ternyata bisa begitu menyentuh, sangat istimewa."

Karakter Jaeho ini... Telah meninggalkan tanda yang tak terhapuskan pada Yong Joon, itu adalah sesuatu yang lama tidak akan pergi setelah drama ini selesai. Saya percaya bahwa pengalaman Jaeho ini entah bagaimana memiliki sesuatu dalam pembentuan nilai-nilai dan pilihan hidup bagi Yong Joon.

Yong Joon adalah seorang yang introvert secara alami. Dan ia benar-benar berkembang menjadi seorang pria dewasa setelah Kang Jaeho. Melalui drama ini, ia belajar banyak tentang kemanusiaan dan bahkan filsafat kehidupan. Dan mungkin melalui drama ini ia mulai mengadopsi gambaran yang lebih besar dan lebih luas dari kehidupan pada umumnya. Pemikirannya mungkin baru benar-benar dimulai. Sejak saat itu, kebijaksanaan, kejernihan pikiran, pemikiran analitis ... perlahan tapi pasti mulai ditunjukkan pria ini.

Di HWRL, Jaeho mengikuti kuliah di universitas lebih lambat dari rekan-rekannya disebabkan karena kemiskinannya. Dan mungkin karena pengaruh Jaeho tersebut, Yong Joon tiba-tiba menghentikan semua kegiatannya di bisnis pertunjukan di pertengahan tahun 2000 dan kembali kuliah. Ia berhasil masuk ke Universitas Sung Kyun Kwan untuk menyelesaikan mimpinya memperoleh pendidikan tinggi. Pada saat yang sama, ia juga melibatkan diei secara aktif dalam kegiatan WJS Club. Bersama dengan klub tersebut, ia mengulurkan tangan untuk membantu anak yatim dan juga anak-anak yang tidak mampu bersekolah, dll.

Selama dua tahun ia kuliah penuh waktu di Universitas Sung Kyung Kwan, setiap kali dia punya waktu, dia akan mengunjungi Panti Asuhan Hyelim-Won di Bucheon bersama dengan relawan WJS Club lainnya. Mereka memberikan banyak kebahagiaan dan bantuan kepada anak-anak panti tersebut. Menjadi orang yang low-profile, ia selalu mengenakan T-shirt yang sederhana, dan memakai topi. Bahkan ketika mereka mengambil foto, ia akan selalu mengambil posisi pada sudut yang tidak mencolok. Hal ini berlangsung selama sedikit lebih dari satu tahun, dan berita tentang pekerjaan sukarela ini terungkap pada Agustus 2001, ketika Yong Joon dan tim relawan mengunjungi anak-anak cacat atau gangguan fisik dan ia menyumbangkan beasiswa buat mereka. Berikut adalah beberapa gambar dari Yong Joon yang diambil selama kegiatan dan kunjungan.



Tetapi sebelum tahun 1999, Yong Joon secara diam-diam sudah sering membantu tetangganya yang miskin selama kurang lebih empat tahun. Dia telah memberikan biaya hidup untuk tiga anak setiap bulannya. Namun, Yong Joon memberikan bantuannya melalui pihak ketiga karena ia tidak ingin membiarkan masyarakat tahu tentang hal itu. Bahkan, hanya segelintir teman dekat dan kerabat yang tahu tentang ini. Bahkan, penerima bantuannya pun tidak tahu bahwa Yong Joon lah yang membantu mereka. Pembentukan WJS Club sebenarnya memberinya platform yang lebih baik dan lebih luas untuk melakukan perkerjaan dengan lebih baik dan menyebar lebih banyak cinta.

Berkaitan dengan perbuatan baiknya, Yong Joon tidak pernah mengatakan banyak hal di masa lalu. Bahkan, ia merasa agak malu saat ia berkata, "Pada awalnya, saya benar-benar berpartisipasi dalam banyak kegiatan WJS Club selama aku bisa. Tapi kemudian, kegiatan mereka cenderung berbenturan dengan jadwal kerja saya dan saya merasa benar-benar menyesal tidak bisa sering bergabung dengan mereka. Saya berharap bahwa di masa datang ketika saya punya waktu, saya akan datang dan mengunjungi anak-anak dan menghabiskan waktu menyenangkan bersama mereka."

[bb: Pemikirannya telah berubah sedikit sekarang ini. Sekarang, ia merasa bahwa jika dengan mempublikasikan sumbangan atau bantuannya, akan membuat lebih banyak orang untuk tergerak membantu, maka ia merasa tidak masalah untuk mengumpulkan lebih banyak orang untuk menjangkau dan membantu.]

Bahkan sampai hari ini, Yong Joon masih sangat prihatin dan tertarik dalam kegiatan WJS Club. Pada Juni 2002, WJS Club mengadakan acara amal khusus di Universitas Konkuk untuk memperingati ulang tahun ke-3 HWRL. Selain merayakan ulang tahun ke-3 HWRL, tujuan lainnya adalah untuk mengumpulkan dana untuk seorang anak 14 tahun yang harus menghidupi orang tuanya yang cacat. Meskipun jadwal sibuk, Yong Joon tiba di lokas tanpa pemberitahuan. Para anggota WJS Club yang gembira dengan kedatangannya dan penampilannya yang alami. Benar-benar tidak ada berita yang tersiar mengenai kedatangannya dan ia juga turut berpartisipasi dalam penjualan merchandise untuk pencarian dana. Dia bahkan membeli semua item yang tidak terjual. [bb: aku suka penampilan dia dalam acara ini...!]

Kemudian, pada bulan Agustus 2004, WJS Club kembali mengadakan pertemuan. Saat itu, Yong Joon sedang sibuk dengan 100 hari persiapannya untuk proyek "The Image", tetapi ia tidak lupa untuk mengirim bunga dan juga kartu ucapan selamat. Dia bahkan mengirim Manajer Yaag untuk menghadiri acara tersebut. Itulah ikatan erat antara Yong Joon, HWRL dan WJS Club.

***

Sabtu, 02 November 2013

[Berita] Yoon Eun Hye dan Bae Yong Joon Terima Award Drama di Jepang

sumber: wowkeren

Eun Hye memenangkan penghargaan kategori aktris drama terbaik dan BYJ sabet Daesang sebagai aktor drama.

WowKeren.com - Popularitas serial Korea rupanya masih tinggi di negara lain, termasuk Jepang. dan (BYJ) pun menerima award untuk drama di Jepang. Mereka memenangkan penghargaan di Hallyu 10th Anniversary Grand Prizes.

Eun Hye memenangkan penghargaan Grand Prix untuk kategori aktris terbaik drama Korea. Sedangkan BYJ menyabet Daesang award untuk kategori aktor drama.

Dengan bahasa Jepang terbatas, Eun Hye mengucapkan terima kasihnya. Meski sempat salah pengucapan namun fans Jepang menganggap kesalah bintang serial "I Miss You" itu malah terlihat imut. "Saya merasa sangat terhormat menerima penghargaan seperti ini," ucapnya.

Sedangkan BYJ mengaku senang bisa memenangkan award ini sekarang bersama para juniornya. Bintang serial "Winter Sonata" tersebut juga mengungkapkan optimisme pada perkembangan Hallyu Wave di masa mendatang.

"(Award) ini menjadi lebih bermakna untukku karena aku dapat berdiri di sini hari ini bersama juniorku yang saya banggakan," ucap BYJ. "Karena bisa meneruskan talenta pada junior-juniorku maka aku merasa masa depan untuk Hallyu menjadi semakin lebih terang."

Tak hanya Eun Hye dan BYJ yang meraih award bidang drama, mendapat Grand Prix untuk penyanyi solo pria terbaik. Ajang penghargaan ini memilih pemenangnya dengan cara voting via online. (wk/mr)


Kamis, 31 Oktober 2013

O la la, kenangan BYJ di Paris


Wah....terimakasih sis Shinara....dengan tekun meng-update foto2 BYJ terbaru. Karena banyak foto2 Yong Joon yang sedang membidik pemandangan di Eropa untuk di abadikan, saya jadi ingat foto2 Yong Joon waktu ia ke Paris dulu, mungkin untuk pertama kali. Sepertinya waktu itu Yong Joon  belum sibuk foto2, mungkin ingin sepenuhnya menikmati indahnya Paris, ya. Ini saya buat picasa collage dari foto2 nya di sana...enjoy ....Au revoir !


 photo july20101.jpg






[Foto] BYJ Mobile Foto - November #1

sumber: Facebook/우리보스 BYJ

Minggu, 27 Oktober 2013

Mencuri ciuman, di April Snow


 photo byjscan3_zpsc56dc09c.jpg


Saya pernah membaca artikel menarik tentang April Snow, dan saya pos di KOB beberapa tahun lalu, tapi bagian artikel tentang Bae Yong Joon yang mencuri ciuman saja yang saya muat di bawah ini ^^


 Ciuman Curian di April Snow


Sumber : Bae Yong Jun Together, My daily,  Jooynews24 and aprilsnow.blogsome.com.  Terjemahan bebas ke Bahasa Indonesia oleh myoce di byjindofam.blogspot.com. [Mohon kredit ditulis lengkap bila di muat kembali dilain tempat].


Direktur film April Snow memberi perintah khusus hanya kepada Bae Yong Joon dan merekam adegan "ciuman curian". Ciuman curian yang terjadi di Gedung Memorial Gua Samcheo ini, memberikan nuansa perasaan provokatif dan berani, berbeda dengan ciuman pertama yang terjadi di bioskop.

Son Ye Jin yang datang ke lokasi shooting tanpa mengetahui apa apa tentang hal ini sebelumnya, menjadi bingung ketika mendapat ciuman tersebut dairi Bae Yong Joon [ tidak ada di script ! ], tetapi dengan kemampuan aktingnya yang kuat, dengan bijaksana ia bereaksi secara spontan, dan terlihat tersenyum malu. 

Setelah shooting selesai, Son Ye Jin menunjukkan kepuasannya, "Sepertinya adegan dimana Seo Young yang merasa kaget namun bahagia mendapat ciuman In Soo, telah terekam dengan jelas".