Tampilkan postingan dengan label meytamaria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meytamaria. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 November 2013

Kisah Hidup Bae Yong Joon - Bagian 3

Di Masa Kecilku, Aku Penuh Rasa Ingin Tahu

Dimuat di The Dailysport Newspaper (1997 ~ 9.20 - 8.20).  Posted by Chiligoyo in Soompi BYJ thread. Diterjemahkan kedalam Bahasa Inggris oleh Hyeon. Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Meytamaria di byjindofam.blogspot.com. [Mohon kredit ditulis lengkap bila dimuat lagi dilain tempat].



Ini cerita tentang masa kecilku. Aku lahir di sebuah rumah sakit di Seoul, 29 Agustus 1972. Sampai kelas 5 SD, aku hidup dengan gaya tradisional Korea di Yongdu-dong dekat Gerbang Timur di kota Seoul.

Aku sangat nakal waktu kecil sehingga sering membuat orang tuaku lelah menghadapi aku. Meskipun sebagian besar anak-anak memang memiliki rasa ingin tahu di masa tersebut, tapi aku tampaknya berlebihan. Ketika aku mulai bisa berbicara, kata yang paling sering aku ucapkan adalah 'apa itu?' atau 'kenapa?' Setiap mainan tidak akan bertahan seharipun di tanganku. Setelah bermain hanya untuk satu atau dua jam, aku ingin tahu tentang prinsip pengoperasian mainan tersebut.

Selanjutnya, aku akan membongkar mainan tersebut. Loteng adalah ruang kerjaku. Aku selalu ke loteng dengan diam-diam sambil membawa obeng dan palu. Ketika aku menghilang dari pandangannya, mamaku biasanya langsung mencariku di loteng. Dan selalu saja ada adegan yang sama, kata-kata yang sama. Mainan yang ia belikan sudah terpisah-pisah dan berserakan disana-sini. Dengan tanpa rasa bersalah aku berkata, "Mama, mengapa mainan itu jadi begitu ya?" sambil memegang obeng dan palu.

Selanjutnya aku akhirnya bosan dengan memisah-misahkan (membongkar) mainan, dan mulai tertarik untuk merakit atau membuat mainan seperti tank atau pesawat. Aku berbeda dengan kebanyakan anak-anak yang suka bermain bersama. Jika aku suka bermain bersama, aku tidak mungkin memiliki rasa ingin tahu yang berlebihan. Kemudian, menjadi hal yang biasa buat aku untuk mengalami hal yang tak terduga karena aku ini selalu penasaran dan suka mencari tahu sendiri.




Ada beberapa kejadian yang aku ingat. Aku punya rasa ingin tahu yang besar dan pikiran yang selalu ingin bereksperimen, yang kemudian sering menjadi masalah yang tak terduga. Suatu hari, ketika aku berumur 6 tahun, aku melihat ada kacang-kacangan di lantai. Dan adikku sedang bermain di halaman.  Kacang dan adikku.  Tiba-tiba, aku penasaran... Berapa banyak kacang sih yang bisa masuk ke dalam hidungnya? Aku pun menggodanya dan mulai memasukkan kacang ke dalam hidungnya. Adikku mulai mengeluh sesak napas. Aku menjadi khawatir karena adikku mulai kesakitan. Meskipun aku sudah mencoba untuk mengeluarkannya, tetapi kacang itu malah semakin masuk kedalam hidungnya. Lalu tiba-tiba aku mendengar suara orang tuaku. "Aku akan mengeluarkannya besok, tolong jangan beritahu papa atau mama  tentang hal ini ya." Aku membujuk adikku untuk tidak mengatakan apa-apa sampai kemudian aku tertidur. Masalah besar terjadi di hari berikutnya. Aku terbangun oleh tangisan adikku dan suara panik orangtuaku. Hidung adikku membengkak. Akhirnya, setelah dibawa ke rumah sakit, kacang itu bisa dikeluarkan dari hidungnya. Dan adikku tidak pernah melupakan peristiwa tersebut sampai sekarang.

Pada waktu itu, aku sangat senang menonton TV. Di beberapa drama, aku sering mendengar orang mengucapkan kata-kata "kredit" setelah membeli barang dan mereka keluar tanpa kesulitan apapun. Ketika aku melihatnya terus-menerus, aku pikir kata-kata "kredit" ini seperti peti harta karun. Ada sebuah toko kecil di depan rumahku. Setelah memilih kue kesukaanku, dengan sangat senang aku berteriak kepada penjaga toko, "kredit!" dan pulang. Tidak ada yang terjadi sampai mamaku kembali dari pasar dan kelihatan sangat terkejut. Aku yakin bahwa penjaga toko itu telah memberitahu mamaku tentang peristiwa di tokonya. Dengan air mata bercucuran, aku akhirnya mendapatkan pelajaran bahwa jika kita meniru semua yang di TV, telapak tangan kita akan kena pukulan.



Kalau dipikir-pikir, aku punya pengalaman kejahatan yang sangat memalukan. Waktu itu aku berusia 6 tahun. Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku sangat tertarik dengan mainan. Dan ada mainan yang sangat menarik perhatianku di sebuah toko alat tulis. Tapi, orangtuaku tidak mau membelikannya untukku. Suatu hari, aku melewati toko alat tulis tersebut dan mainan itu sedang dipamerkan diteras di luar toko tersebut. Untuk sesaat, aku merasa bimbang. Dan setelah berhasil mengambilnya dengan diam-diam, aku langsung pulang. Tiba didepan pintu rumah, muncul beberapa ide di kepalaku. "Jika aku datang dengan cara seperti ini, mamaku pasti langsung marah". Oleh karena itu, aku harus membuat skenario. Ide yang bagus itupun muncul. Pertama, aku akan meninggalkan mainan tersebut didepan pintu gerbang dan aku masuk ke rumah seperti biasa sepulang sekolah. Kemudian aku akan pura-pura keluar dan mengatakan "Siapa itu?" Dan aku akan masuk kerumah dengan membawa mainan itu.  Jika nanti mama bertanya, aku mencoba menjelaskan bahwa saat aku keluar ternyata tidak ada orang dan menemukan mainan ini tertinggal didepan rumahku. Namun, mama hanya menatapku dengan ekspresi yang mengerikan. Akhirnya suaranya yang keras membuatku sangat takut. "Bagaimana kau bisa seperti itu?" Skenario pertama aku sama sekali tidak berhasil. Setelah mengatakan yang sebenarnya, aku dicambuk.

Mamaku sering membuat minuman sirup madu yang rasanya sangat enak. Aku pikir itu adalah minuman gula. Saat mamaku sedang tidak dirumah, aku masuk ke dapur dengan diam-diam. Aku memasukkan gula ke secangkir air dan mengaduknya dan kemudian meminumnya dengan bersemangat. Tapi kok rasanya mengerikan... Aku kemudian muntah. Itulah alasan kenapa aku tidak suka penyedap sintetis. Setelah kejadian itu, setiap kali aku mau menambahkan gula ke minuman apapun, aku harus memastikan itu adalah gula sungguhan atau tidak. Sejak saat itu, pengalaman itu menjadi pelajaran buatku 'hati-hati dengan segala sesuatu'.

***

Jumat, 08 November 2013

[Foto] BYJ Mengikuti Pelatihan dan Kursus Q-Grader (Part 1)

Kredit: Dimuat di Soompi BYJ thread oleh Dam Su (sumber: Coffee Quality Institute FB), diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia oleh Meytamaria untuk http://byjindofam.blogspot.com [Mohon kredit ditulis lengkap bila dimuat lagi ditempat lain].


Foto-foto saat Bae Yong Joon mengikuti Kursus dan Pelatihan untuk mendapatkan Sertifikat Q-Grader di Vis-a-Vis Coffee Lab., South Korea, 8-13 Oktober 2013.








DamSu: Aku mendengar Yong Joon sudah lulus ujian kualifikasi dan sudah bersertifikat Q-grader. Menurut beberapa rumor, ujian kualifikasi untuk sertifikasi ini sangat sulit dengan hanya 10% tingkat kelulusan. Anda perlu mengambil 22 ujian untuk menjadi Q-grader. Jadi apa itu Q-grader? Q-grader bukan hanya sertifikasi biasa. Menurut yang saya baca, Q-grader adalah orang yang sudah dianggap ahli di bidang kopi. Seseorang yang bisa membedakan antara kopi yang super baik dan kopi yang baik. Q-grader bisa mengetahui jika sekumpulan biji kopi yang masih hijau dan belum dipanggang memiliki potensi untuk menjadi secangkir kopi yang nikmat atau secangkir kopi yang biasa-biasa saja. Sertifikasi ini juga diakui secara internasional. Jika industri anggur memiliki sommeliers, industri kopi memiliki Q-grader. Untuk mempelajari lebih lanjut, Anda mungkin ingin klik LINK ini.

***

Rabu, 06 November 2013

Arti dan Pengaruh "Have We Really Loved" bagi Bae Yong Joon

Kredit : Dimuat oleh Liezle di Soompi BYJ thread. Artikel asli ditulis dalam Bahasa Inggris oleh happiebb di blognya: http://happiebb.blogspot.com. Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Meytamaria untuk http://byjindofam.blogspot.com. [Mohon kredit ditulis lengkap bila dimuat lagi ditempat lain].

Ini adalah salah satu dari seri tulisan bb tentang "Have We Really Loved" (HWRL) yang patut dibaca. Mungkin banyak diantara kalian yang belum menonton HWRL. Bagi sebagian besar penggemar setia Bae Yong Joon, selain "Winter Sonata" dan "First Love", drama ini juga banyak mempengaruhi mereka dan salah satu dari drama terbaik Yong Joon. Semoga melalui tulisan ini anda bisa lebih mengenal Yong Joon. Bahwa ada begitu banyak hal yang patut kita kagumi dari seorang Bae Yong Joon selain dari ketampanannya.

Apa Arti HWRL bagi Yong Joon & Bagaimana Itu Mempengaruhinya

Sebelum saya mulai, saya ingin mengatakan bahwa tulisan ini benar-benar pribadi. Meskipun saya pernah menulis di blog tentang tindakan amalnya dan kutipan-kutipan dari Yong Joon adalah fakta, tapi ada sedikit dari yang saya tulis ini adalah pandangan dan tulisan saya sendiri... Jadi tolong 'baca dengan hati-hati'...



Yong Joon menuangkan segenap hati dan jiwa kedalam drama ini. Lebih dari sekali dia mengatakan bahwa Jaeho adalah karakter yang meninggalkan kesan terdalam bagi dia, dan salah satu karakter favoritnya juga. Tentu saja, hal ini dikatakannya beberapa tahun yang lalu, dan setelah itu, dia sudah bekerja untuk produksi-produksi lainnya. Tapi aku sangat yakin kalau Jaeho akan selalu memiliki tempat khusus dihatinya. Bukan hanya karena drama ini satu-satunya yang tidak cukup membuat dampak dalam hal peringkat, tetapi karena drama ini adalah sangat khusus. Dia harus bekerja dengan penulis naskah yang hebat yang dia kagumi, dia harus bekerja dengan sutradara yang berhasil menarik lebih dari dia dari karya-karya sebelumnya, dan ia harus bekerja dengan artis peraih penghargaan, Kim Hye Soo. Dan, itu belum semuanya. Ini juga peran pertamanya menjadi seorang pria yang kurang sempurna. Di pikiran saya, First Love adalah drama dimana Yong Joon mengerti tentang akting, dan HWRL adalah drama dimana ia benar-benar menjadi master dalam hal seni berakting. Dia tidak hanya menggunakan ekspresi wajahnya untuk berakting, tapi ia telah melibatkan segala yang ia miliki, ekspresinya, gerakan tubuhnya, suaranya dan yang paling penting, hatinya.

Beberapa tahun kemudian dia juga pernah mengatakan kalau HWRL adalah drama favoritnya. Dan melalui HWRL juga penggemarnya telah melakukan sesuatu yang paling menyentuh hatinya, karena mereka telah memberi dukungan mereka untuk hidup orang lain, orang-orang yang kurang beruntung. Ya, saya sedang berbicara tentang pembentukan WJS Club (Woo Jung Sa atau HWRL), yang menjangkau untuk membantu orang-orang seperti Jaeho.



Dalam hal ini, soal Jaeho, saya kira tidak ada yang mengetahui Jaeho lebih baik atau lebih dalam dari Yong Joon sendiri.  Saya kira hanya dia yang benar-benar mengerti apa yang Jaeho telah lalui. Dalam sebuah wawancara melalui email yang dilakukan oleh WJS Club, ia mengatakan hal ini,

"Seperti yang Anda ketahui, dalam drama itu, ibu Jaeho meninggalkannya karena hidup menjadi sangat sulit setelah ayahnya meninggal. Oleh karena itu, demi karir dan kesuksesannya, Jaeho mengembangkan ambisi bahwa tujuan tertinggi dari kehidupan adalah 'uang'.

Namun, ia menunjukkan 'pengembaraan seorang manusia' ketika ia menyadari melalui cinta sejati bahwa uang bukanlah segalanya. Dan persis di aspek tersebut, bahwa kepolosannya dan kadang-kadang kelemahannya tampaknya menjadi daya tarik Jaeho. Aspek lainnya adalah kerapuhannya tentang perasaan cinta. Dia memutuskan untuk membenci ibunya yang meninggalkan dia, tapi ternyata kerinduannya jauh lebih dalam daripada kebenciannya, sehingga ia mencari sosok wanita seperti ibunya yang bisa membelai lukanya. Wanita tersebut adalah Shinhyung.  Dan dalam Shinhyung, ia menemukan 'cinta' dari hati seorang ibu.

Karena dia mencerminkan pengembaraan untuk mencari yang namanya 'cinta, ia bahkan mungkin muncul dengan lebih indah. "WJS membangkitkan air mata dari pemirsa tetapi juga memberikan harapan pada waktu yang sama. Drama ini menyajikan fakta bahwa orang pergi mengembara dan konflik banyak terjadi karena berbagai aspek cinta dan bagaimana mereka bisa menyembuhkan luka mereka. 'Cinta', yang merupakan asal dari dunia ini: saya percaya saya menjadi kecanduan cinta itu."

"Saya pikir WJS adalah sebuah drama dengan banyak cerita menarik. Ini bukan drama yang hanya ingin ditonton tapi drama yang mendesak pemirsa untuk merasakan dan berpikir dan berbicara tentang hal itu. Terus terang, itu adalah sebuah drama dengan lebih untuk 'dipikirkan' dari sekedar untuk 'ditonton'. Mungkin itu sebabnya ada kelompok yang bisa disebut 'maniak', yang mencurahkan cinta mereka terus-menerus tanpa popularitas umum, dapat dibentuk."

Selama syuting HWRL, Yong Joon menunjukkan bahwa ia benar-benar menghargai pendapat dan pandangan WJS netizens. Meskipun jadwal syuting yang padat, dia masih akan mencoba untuk log on ke forum yang dibuat MBC khusus untuk HWRL [bb: tidak yakin Anda tahu, tapi cara Korea syuting drama TV sangat berat. Banyak kali, apa yang Anda lihat di TV hari ini selesai syuting hari sebelumnya, sehingga Anda dapat membayangkan tim yang berada di bawah tekanan.]

Dia akan membaca diskusi dan mendalami analisis dari netizens, dan ia bahkan meninggalkan pesan enam kali.  Interaksi antara Yong Joon dan penggemarnya adalah yang tertinggi selama dia syuting HWRL, sesuatu yang tidak akan terulang lagi. Dalam pesan-pesannya, gaya tulisannya sensitif dan juga penuh dengan cinta, ketulusan dan ada juga perasaan bahwa ia memperlakukan pemirsa dengan setara, tidak berbicara seolah-olah dia lebih tahu.

"Saya selalu memberikan banyak perhatian untuk pendapat Anda tentang WJS yang diposting di papan MBC. Membaca pesan dari Anda, yang begitu tulus mencintai WJS, membuat saya merasa dan berpikir tentang banyak hal...

Ketika saya sekali menempatkan diri dalan situasi Jaeho dan ada keluarga atau teman yang bisa saya rasakan dalam hati saya, maka saya pikir orang-orang itu mungkin menjadi alasan lain mengapa saya harus melanjutkan hidup di dunia ini...

Sering kali, saya tidak bisa menemukan kesimpulan karena ragu-ragu dan tidak bisa memutuskan bagaimana saya harus menyapa ketika saya menghadapi Anda. Harap bertahanlah dengan pesan saya meskipun terasa membingungkan dan banyaklah membantu saya sehingga saya dapat membangun lebih banyak keberanian dan sering menyapa Anda meskipun saya tidak bisa menulis dengan baik.

Saya berharap WJS akan menjadi sebuah drama, yang dapat bersimpati dengan lebih dan berbagi bersama-sama oleh penulis Noh Hee-gyeong, sutradara Park Jong, staf lain, dan berbagai aktor, yang semuanya berusaha keras untuk membuat sebuah drama yang baik, dan oleh Anda pemirsa.

Penulis Noh Hee-gyeong, yang telah berusaha keras untuk drama ini, sutradara Park Jong dan banyak staf lain... Juga para pemain, yang berbagi hidup dan mati, suka dan duka bersama-sama selama lebih dari setengah tahun... Dan keluarga WJS... Terima kasih banyak untuk semua kesusahan Anda... WJS membuat saya merasa banyak dan belajar banyak sebagai seorang manusia biasa dan sebagai aktor. WJS bukan hanya drama yang lewat begitu saja. Ini akan mendapat tempat jauh didalam hati banyak orang, yang dengan WJS, untaian hari akan selalu menghubungkan kita bersama-sama."

Untuk seorang aktor yang memiliki interaksi dengan pemirsa, untuk hidup dan tumbuh bersama satu sama lain... itu adalah fenomena yang sangat  jarang terjadi di arena drama TV.



Adapun kinerja dan penggambaran seorang Jaeho, Yong Joon menilai dirinya sendiri seperti ini, "Akting saya 51 dari 100. Saya tidak memiliki pengalaman khusus, dan jujur, kemampuan akting saya juga kurang. Mungkin saya terlalu naif, tapi saya tidak bisa melakukan lebih dari satu hal pada suatu hal. Jadi, alasan untuk tidak memberikan diriku 49 poin karena [apapun hasilnya] saya telah bekerja dengan benar-benar keras dalam hal ini, saya telah memberikan yang terbaik."

Selama enam bulan syuting HWRL, Bae Yong Joon telah berubah total, benar-benar menjadi seorang pemuda bernama Jaeho.  Beban dan tanggung jawab Jaeho bertumpu pada bahu Yong Joon.  Yong Joon hidup dengan perjuangan Jaeho, merasakan sakitnya, sampai-sampai ketika Jaeho mengalami sakit kepala yang intens dan merasa mual dan muntah, Yong Joon benar-benar merasakan ini semua secara fisik.

Seorang penggemar pernah berkata, "Aku mencoba bernafas bersama Jaeho, dan saya merasa sangat sakit. Tapi bagaimana dengan Yong Joon? Untuk benar-benar membenamkan diri kedalam dunia Jaeho, pasti sangat sulit. Yong Joon harus benar-benar mencintai karakternya. Aku tidak bisa melihat bagaimana lagi drama ini ternyata bisa begitu menyentuh, sangat istimewa."

Karakter Jaeho ini... Telah meninggalkan tanda yang tak terhapuskan pada Yong Joon, itu adalah sesuatu yang lama tidak akan pergi setelah drama ini selesai. Saya percaya bahwa pengalaman Jaeho ini entah bagaimana memiliki sesuatu dalam pembentuan nilai-nilai dan pilihan hidup bagi Yong Joon.

Yong Joon adalah seorang yang introvert secara alami. Dan ia benar-benar berkembang menjadi seorang pria dewasa setelah Kang Jaeho. Melalui drama ini, ia belajar banyak tentang kemanusiaan dan bahkan filsafat kehidupan. Dan mungkin melalui drama ini ia mulai mengadopsi gambaran yang lebih besar dan lebih luas dari kehidupan pada umumnya. Pemikirannya mungkin baru benar-benar dimulai. Sejak saat itu, kebijaksanaan, kejernihan pikiran, pemikiran analitis ... perlahan tapi pasti mulai ditunjukkan pria ini.

Di HWRL, Jaeho mengikuti kuliah di universitas lebih lambat dari rekan-rekannya disebabkan karena kemiskinannya. Dan mungkin karena pengaruh Jaeho tersebut, Yong Joon tiba-tiba menghentikan semua kegiatannya di bisnis pertunjukan di pertengahan tahun 2000 dan kembali kuliah. Ia berhasil masuk ke Universitas Sung Kyun Kwan untuk menyelesaikan mimpinya memperoleh pendidikan tinggi. Pada saat yang sama, ia juga melibatkan diei secara aktif dalam kegiatan WJS Club. Bersama dengan klub tersebut, ia mengulurkan tangan untuk membantu anak yatim dan juga anak-anak yang tidak mampu bersekolah, dll.

Selama dua tahun ia kuliah penuh waktu di Universitas Sung Kyung Kwan, setiap kali dia punya waktu, dia akan mengunjungi Panti Asuhan Hyelim-Won di Bucheon bersama dengan relawan WJS Club lainnya. Mereka memberikan banyak kebahagiaan dan bantuan kepada anak-anak panti tersebut. Menjadi orang yang low-profile, ia selalu mengenakan T-shirt yang sederhana, dan memakai topi. Bahkan ketika mereka mengambil foto, ia akan selalu mengambil posisi pada sudut yang tidak mencolok. Hal ini berlangsung selama sedikit lebih dari satu tahun, dan berita tentang pekerjaan sukarela ini terungkap pada Agustus 2001, ketika Yong Joon dan tim relawan mengunjungi anak-anak cacat atau gangguan fisik dan ia menyumbangkan beasiswa buat mereka. Berikut adalah beberapa gambar dari Yong Joon yang diambil selama kegiatan dan kunjungan.



Tetapi sebelum tahun 1999, Yong Joon secara diam-diam sudah sering membantu tetangganya yang miskin selama kurang lebih empat tahun. Dia telah memberikan biaya hidup untuk tiga anak setiap bulannya. Namun, Yong Joon memberikan bantuannya melalui pihak ketiga karena ia tidak ingin membiarkan masyarakat tahu tentang hal itu. Bahkan, hanya segelintir teman dekat dan kerabat yang tahu tentang ini. Bahkan, penerima bantuannya pun tidak tahu bahwa Yong Joon lah yang membantu mereka. Pembentukan WJS Club sebenarnya memberinya platform yang lebih baik dan lebih luas untuk melakukan perkerjaan dengan lebih baik dan menyebar lebih banyak cinta.

Berkaitan dengan perbuatan baiknya, Yong Joon tidak pernah mengatakan banyak hal di masa lalu. Bahkan, ia merasa agak malu saat ia berkata, "Pada awalnya, saya benar-benar berpartisipasi dalam banyak kegiatan WJS Club selama aku bisa. Tapi kemudian, kegiatan mereka cenderung berbenturan dengan jadwal kerja saya dan saya merasa benar-benar menyesal tidak bisa sering bergabung dengan mereka. Saya berharap bahwa di masa datang ketika saya punya waktu, saya akan datang dan mengunjungi anak-anak dan menghabiskan waktu menyenangkan bersama mereka."

[bb: Pemikirannya telah berubah sedikit sekarang ini. Sekarang, ia merasa bahwa jika dengan mempublikasikan sumbangan atau bantuannya, akan membuat lebih banyak orang untuk tergerak membantu, maka ia merasa tidak masalah untuk mengumpulkan lebih banyak orang untuk menjangkau dan membantu.]

Bahkan sampai hari ini, Yong Joon masih sangat prihatin dan tertarik dalam kegiatan WJS Club. Pada Juni 2002, WJS Club mengadakan acara amal khusus di Universitas Konkuk untuk memperingati ulang tahun ke-3 HWRL. Selain merayakan ulang tahun ke-3 HWRL, tujuan lainnya adalah untuk mengumpulkan dana untuk seorang anak 14 tahun yang harus menghidupi orang tuanya yang cacat. Meskipun jadwal sibuk, Yong Joon tiba di lokas tanpa pemberitahuan. Para anggota WJS Club yang gembira dengan kedatangannya dan penampilannya yang alami. Benar-benar tidak ada berita yang tersiar mengenai kedatangannya dan ia juga turut berpartisipasi dalam penjualan merchandise untuk pencarian dana. Dia bahkan membeli semua item yang tidak terjual. [bb: aku suka penampilan dia dalam acara ini...!]

Kemudian, pada bulan Agustus 2004, WJS Club kembali mengadakan pertemuan. Saat itu, Yong Joon sedang sibuk dengan 100 hari persiapannya untuk proyek "The Image", tetapi ia tidak lupa untuk mengirim bunga dan juga kartu ucapan selamat. Dia bahkan mengirim Manajer Yaag untuk menghadiri acara tersebut. Itulah ikatan erat antara Yong Joon, HWRL dan WJS Club.

***

Senin, 07 Oktober 2013

[MV] Did We Really Love


Did We Really Love aka Have We Really loved aka 
True to Love...


Drama yang bikin air mataku mengalir sampai bantalku 
pada basah.  Hahahahaa…
Mau berbagi MV yang aku buat, terinspirasi dari drama ini.  
Biar bikin penasaran yang belum pada nonton.  Hihihi... 
Selamat menikmati!





Rabu, 02 Oktober 2013

BYJ di TV - Tetsuko's Room

KREDIT: Di pos oleh Liezle di Soompi BYJ thread. Diterjemahkan dari bahasa Jepang ke Cina oleh snowkin di www.loveyongjoon.com. Diterjemahkan dari Cina ke Bahasa Inggris oleh happiebb di www.joonsfamily.com. Diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia oleh meytamaria di byjindofam.blogspot.com. Foto diambil dari http://happiebb.blogspot.com. Video dari Youtube by byjtamayon. [Mohon kredit ditulis lengkap bila dimuat lagi dilain tempat]




Tetsuko’s Room, Asahi TV , 2005/09/09


Tetsuko - T
Yong Joon - YJ

T : Tamu kami untuk hari ini adalah Bae Yong Joon.  Bae Yong Joon yang telah dinobatkan sebagai Smiling Prince.  Saya sudah tak sabar untuk bertemu dengannya, jadi saya merasa sangat senang sekarang.

YJ : Terima kasih.  Saya juga sangat senang bertemu dengan Totto-Chan.  Selalu ingin bertemu Totto-Chan.

[bb : Madam Tetsuko telah menulis buku yang sangat terkenal, The Little Girl by the Window dan tokoh utama dalam buku ini adalah seorang gadis kecil bernama Totto-Chan.]

T : Terima kasih.  Apakah Anda benar-benar membaca "The Little Girl by the Window"?

YJ : Buku yang ditulis Madam Tetsuko telah meninggalkan kesan yang mendalam buat saya.  Berpikir tentang Totto-Chan, saya akan membayangkan betapa menyenangkan jika saya memiliki seorang gadis kecil seperti itu di masa depan.  Saya ingin memeluknya jika saya bertemu Totto-Chan.

T : Benarkah?  Terima kasih!  Ada sebuah survei yang dilakukan di kalangan penggemar BYJ, jika BYJ tampil di suatu program TV di Jepang, program TV apa yang akan mereka pilih.  Dan program TV yang telah mengumpulkan suara terbanyak adalah Tetsuko’s Room.  Oleh karena itu, kami mengundang Bae Yong Joon untuk tampil dalam program ini.  Juga, sebagai perwakilan dari penggemar BYJ, saya yang melakukan wawancara hari ini.

YJ : Oh, terima kasih.  Saya sangat menghargai itu dari lubuk hati saya.  Keberadaan saya di sini dan hari ini adalah karena cinta keluarga hangat dan tanpa henti, itu karena cinta mereka bahwa aku bisa duduk di sini.  Aku benar-benar ingin melihat Totto-Chan.

T : Benarkah?  Senang mendengarnya ...

YJ : Tanpa cinta dari keluarga saya, saya kira tidak ada kesempatan bagi kita untuk bertemu seperti ini hari ini.  Jadi, saya ingin mengucapkan terima kasih dengan tulus.

T : Tapi maaf, saya jauh lebih besar daripada Totto-Chan...

[Yong Joon tertawa]


T : Jika Anda bertemu Totto-Chan saat ia masih kecil, saya yakin Anda tidak akan tahu apa yang harus dilakukan dengannya.

YJ : Dia pasti anak yang sangat manis dan lembut.  Bahkan sekarang, melihat Madam Tetsuko, itu seperti saya dapat melihat sekilas sedikit bayangan Totto-Chan.  Itu membuat saya membayangkan banyak hal.

T : Apakah benar begitu?  Sangat senang mendengar itu.  Anda menyebut penggemar Anda di Jepang dan di seluruh dunia sebagai "keluarga".  Apa arti "keluarga" bagi Anda?

YJ : Cinta keluarga adalah cinta yang tidak akan pernah berubah, dan juga meliputi kepercayaan.  Saya sangat suka kata "keluarga", dan saya juga suka "cinta keluarga".  Alasan untuk keberadaan saya dan banyaknya nilai saya adalah apa yang telah keluarga saya berikan kepada saya.  Saya ingin mengatakan bahwa saya ingin melindungi keluarga saya, sungguh-sungguh dari lubuk hati saya.  Melihat fans, bagaimana mereka memberikan cinta yang tak terbatas tersebut dan kepercayaan, ini tentu saja pertemuan aktor dan para penggemarnya.  Tapi merasakan cinta yang mereka berikan kepada saya, saya juga ingin membayar mereka dengan sesuatu yang penting bagi saya, sesuatu yang berarti banyak bagi saya.  Jadi, saya merujuk kepada mereka sebagai "keluarga".

T : Setiap orang adalah unik dengan caranya sendiri, dan akan memiliki pemikiran sendiri.  Apakah orang tua Anda menyampaikan beberapa hal ini kepada Anda?

YJ : Ya. Di sini, saya ingin berterima kasih kepada orang tua saya, mereka mengajari saya bagaimana menjadi diri saya sendiri.

T : Apa yang mendorong Anda untuk menjadi seorang aktor?

YJ : Saya sendiri tidak pernah berpikir tentang keinginan untuk menjadi aktor.  Karena saya seorang yang introvert, tenang, tidak banyak bicara dan pasif.  Orang tua saya khawatir karena ini.  Mereka juga bertanya kepada saya, bagaimana kalau menjadi aktor? Atau model?  Tapi jujur, saya tidak memiliki kepercayaan diri, dan juga tidak pernah memikirkan hal itu.  Saya sebenarnya ingin menjadi seorang sutradara film, tetapi ingin melanjutkan studi saya di luar negeri.  Namun, saya tidak ingin membebani orang tua saya secara finansial, jadi bagaimana untuk menghasilkan uang yang cukup untuk belajar diluar negeri?  Lalu saya berpikir tentang bagaimana saya diminta untuk mempertimbangkan akting.  Saya berpikir jika saya melakukan itu, maka saya akan dapat menyimpan cukup uang lebih cepat sehingga bisa pergi ke luar negeri.  Dan itulah bagaimana aku memasuki industri hiburan.  Ketika saya bekerja sebagai seorang aktor, saya mendapatkan semakin banyak penggemar yang mencintai saya.  Rasa tanggung jawab dari memiliki penggemar mendorong saya ke depan untuk terus berakting.  Lalu saya mulai merasa dan memiliki keinginan untuk menjadi seorang actor dan gairah untuk berakting.  Bahkan sampai sekarang.  Saya pikir jalan saya sebagai seorang aktor masih sangat panjang, tapi saya belum menyerah untuk menjadi seorang sutradara, dan belajar sedikit demi sedikit.

T : Apakah Anda berpikir untuk pergi ke Hollywood untuk mengejar studi Anda?

YJ : Saya ingin pergi ke New York.

T : Saya belajar akting di New York.

YJ : Oh ...

T : Menarik sekali jika kita bisa pergi bersama-sama...

[Yong Joon tertawa]

T : Ketika Anda masih kecil, apa yang Anda inginkan ketika Anda sudah besar?
Apakah Anda memiliki aspirasi?

YJ : Saya benar-benar sangat pendiam sebagai seorang anak.  Saya ingat saat masih kecil.  Saat saya duduk di bangku TK, saya tidak dapat berbaur dengan anak-anak lain.  Saya suka menyendiri.  Lalu suatu hari, saya sedang membaca sendirian di kelas, kepala sekolah TK dan ibu saya melihat saya dari jendela dengan perasaan cemas.  Saya masih ingat adegan itu.  Saat itu, saya berpikir,
"Apakah yang saya lakukan salah?
“Apakah itu tidak benar?"
" Apakah saya telah menyebabkan orang dewasa khawatir?"
Sejak saat itu, saya sepertinya mulai berpikir tentang keinginan untuk mengubah diri saya sendiri, dan saya berusaha keras untuk berubah, sedikit demi sedikit.  Tapi saya bukan tipe yang bisa mengekspresikan diri secara aktif. 
Saya punya cukup banyak mimpi, saya ingin menjadi seorang ilmuwan, juga ingin menjadi seorang arsitek.  Saya ingin tahu tentang banyak pekerjaan dan profesi; mungkin itu sebabnya saya menjadi seorang aktor.

T : Terakhir kali saya pergi ke Seoul, saya berhasil menemukan banyak informasi.  Saya bertemu guru kelas yang mengajar Bae Yong Joon di Six Primer.  Saya bertanya kepadanya tentang seorang siswa yang bernama Bae Yong Joon.  Ini adalah apa yang dikatakan gurunya.  Silahkan menonton klip.

YJ meletakkan kedua tangan di dadanya dan mengambil napas dalam-dalam.

[Dari klip video]

T : Apakah Anda Ms. Song?  Seperti apa Bae Yong Joon sebagai seorang siswa?

S : Saya telah mendengar tentang Yong Joon menjadi aktor dari teman-teman sekelasnya, itu sepuluh tahun yang lalu.  Yong Joon selalu memberi saya kesan yang pendiam, jadi saya terkejut ketika saya mendengar bahwa ia telah menjadi seorang aktor.

T : Adakah kenangan atau hal yang dapat Anda ingat?

S : Saya masih ingat bagaimana ketika semua murid membuat banyak kebisingan dan bermain, Yong Joon hanya duduk di kursinya dengan tenang dan tersenyum dengan lembut.

T : Itu sama dengan Bae Yong Joon sekarang.

S : Ya, itu benar.  Citra lembutnya masih tetap sama dari dulu sampai sekarang.

T : Apakah Anda pernah melihat drama atau film Bae Yong Joon?

S : Ya, saya melihat "Sunny Places of the Young" dan juga "Winter Sonata".

T : Jika Anda bertemu Bae Yong Joon sekarang, apa yang ingin Anda katakan padanya?

S : Saya ingin mengatakan, "Kamu luar biasa, dan kau kebanggaan saya.  Teruslah berusaha."

[Akhir dari klip video]

YJ mengambil napas dalam-dalam.

T : Apakah Anda masih mengingat guru tersebut?

YJ : Tentu saja, saya masih ingat.  Saya pikir dia adalah seorang guru yang sangat cantik ketika aku masih kecil, dan dia masih secantik sebelumnya.  Sama seperti apa yang dikatakan guru, orang yang mengenal saya ketika saya masih kecil tidak akan pernah bermimpi bahwa saya akan menjadi seorang aktor.  Rasanya seperti bertemu guru...




T : Apakah Anda belajar seni membuat teh?

YJ : Ya.

T : Apakah Anda menyukainya?

YJ : Saya suka teh.  Tapi saya tidak mengerjakan ritual pembuatan teh yang formal untuk minum teh, saya hanya menikmati rasa teh dengan cara yang ringan dalam kehidupan sehari-hari saya.

[Madam Tetsuko menunjukkan Yong Joon bagaimana cara memegang dan memutar mangkuk teh]

T : Anda dapat memutar mangkuknya dengan cara seperti ini, hanya cukup memutarnya saja.

YJ : Mangkuk diputar searah jarum jam dan sisi berpola harus mencapai tangan kanan.  Ini adalah apa yang saya baca dari buku-buku.  Bagaimana dengan mangkuk yang seperti ini? [Mangkuk yang dipegang Yong Joon tidak memiliki pola tertentu]

T : Minumlah... 

[Yong Joon mulai menyeruput tehnya]

Bae Yong Joon adalah benar-benar orang yang lembut dan berbudaya.  Mengawasinya dari samping, semua gerakan dan caranya minum teh begitu indah.

YJ : [Setelah meminum tehnya] Sepertinya saya harus menyeka mulutku...
[Dia membuat gerakan mengelap]

T : Apakah keluarga Anda menanamkan semua hal tentang memiliki sikap yang baik, bersikap sopan dan halus, dan semua hal ini?

YJ : Ya.  Orang tua saya mendidik saya, dan saya juga belajar dari buku-buku.

T : Ya.  Pertama kali saya melihat Bae Yong Joon meletakkan tangannya ke dadanya di bandara, kesan pertama saya adalah, sungguh seorang pria yang santun dan halus!

YJ : Banyak orang bertanya kepada saya tentang hal itu, apakah itu tindakan yang disengaja ketika saya meletakkan tangan saya di dada saya.  Pada waktu itu, saya hanya terlalu tersentuh, dan tindakan yang datang sangat alami.

T : Itu sangat halus, juga indah.

YJ : Terima kasih.

T : Mari kita lihat tangan Anda, apa jenis tangan yang Anda miliki?
Saya sudah melihat tangan Anda di film, bisa tolong tunjukkan kepada saya?  Ah... tangan yang besar... Bisakah Anda membandingkan tangan Anda dengan tangan saya? Ah... tangan yang benar-benar besar.  Ketika saya menontonnya di TV, saya berpikir sendiri, tangan Yong Joon sungguh besar, apakah itu ada hubungannya dengan olahraga dan latihan?

YJ : Jangan berpikir itu ada hubungannya dengan itu.

T : Anda mengenakan cincin di jari kelingking Anda di film.  Apakah ada makna tersendiri? 

[Yong Joon melepas cincinnya]

T : Anda memakainya di jari kelingking Anda di kedua film dan juga dalam drama TV.

YJ : Mmm, tidak bisa dimastikan kapan semuanya dimulai, tapi hal itu memberi saya perasaan seperti dilindungi.  Jadi , saya selalu pakai dalam kehidupan sehari-hari saya.  Ketika syuting, saya akan memakai cincin yang berbeda sesuai dengan karakter yang saya mainkan.  Tentu saja, saya tidak akan memakainya dalam drama seri atau film .

T : Itu benar, kau tidak memakainya di Untold Scandal.

YJ : Jadi, saya mulai memakainya setelah itu.

T : Apakah begitu?  Saya kira setelah ini, jumlah wanita Jepang yang mengenakan cincin di jari kelingkingnya akan meningkat.  Saya melihat wawancara Anda sebelumnya, Anda sebutkan ingin punya pacar.

YJ : Sebenarnya untuk saat ini, bahkan lebih dari pacar, saya ingin memiliki sebuah keluarga.  Saya merindukan kepercayaan jangka panjang satu sama lain, saling mengandalkan dan bergantung satu sama lain dan mengisi kekosongan dalam hidup kita masing-masing.  Saya ingin bertemu belahan hati saya yang seperti ini.

T : Saya juga memikirkan hal yang sama.
Saya kira penting untuk memiliki teman-teman yang bisa kita percaya dan juga yang mampu mempengaruhi kita dalam cara yang positif.  Saya kira ini termasuk juga.  Saya juga berpikir bahwa tidak peduli laki-laki atau perempuan, sebagai manusia, adalah hal yang indah untuk memiliki seseorang bersama Anda.

YJ : Ya.  Ketika saya masih muda, saya pikir penampilan fisik saja sudah cukup.  Tapi sekarang apakah ia memiliki pekerjaan, atau apakah ia akan menjadi istri atau ibu yang baik sudah tidak begitu penting.  Saya pikir apa yang benar-benar penting bagi pasangan adalah dapat saling percaya, dan saling percaya selamanya dan cocok untuk bersama.

T : Saya juga berpikir sama.  Tapi itu disayangkan karena saya belum pernah menikah, jadi saya tidak bisa mengatakan banyak tentang hal pernikahan.

[Yong Joon tersenyum sedikit]

T : Saya tahu apa yang Anda maksud, Anda ingin membangun sebuah keluarga dengan seorang wanita dengan rasa saling percaya.

YJ : Akan menyenangkan jika Totto-Chan menikahi Tai... Apakah Tai, Tae?

T : Oh, itu si Tai, Tai, Tai.  [Yong Joon tertawa] Putra sang Fisikawan...
[Snowkin : Tidak bisa mendengar dengan jelas di sini, mungkin ada beberapa perbedaan...]
Ini tidak akan bisa dilakukan dengan saling bergulat seperti sumo dan jatuh, itu sebabnya pihak lain menolak untuk menikah.

YJ : [Berkata sambil tertawa]  Benarkah?  Kalau begitu saya akan memastikan saya tidak akan jatuh...

T : Ya, itu benar.... Apakah Bae Yong Joon memiliki pengalaman yang serupa? Berapa gadis yang datang untuk mengatakan sesuatu kepada Anda dengan tiba-tiba?

YJ : Di sekolah dasar, bahkan jika si gadis menunjukkan segala macam perhatian bagi saya, saya akan segera menghindari mereka atau mundur.  Saya bahkan mungkin lebih pemalu daripada gadis-gadis.

T : Oh, benarkah?  Jadi tidak mungkin ya bagi para wanita bahkan untuk memberikanmu sesuatu...

YJ : Secara tiba-tiba, saya mulai berpikir bahwa saya harus menjadi seorang pria, saya ingin menjadi lebih kuat, lebih tangguh.  Dan saya ingin mengubah karakter pasif dan pendiam saya.  Tentu saja, saya sendiri ingin perubahan, sehingga perlahan, sedikit demi sedikit, saya sudah menjadi lebih proaktif dan positif.  Itu sebabnya saya bisa berbicara seperti sekarang ini.

T : Dan Anda juga telah memainkan berbagai jenis peran.
Hari ini, saya mencoba kostum tradisional Korea.

YJ : Itu cocok dengan Anda.  Cantik juga.

T : Benarkah?  Terima kasih.
Saya ingin berbicara sedikit tentang April Snow.

[Penjelasan singkat tentang April Snow]

Setelah kecelakaan itu, In Soo berlari sangat buru-buru.
Di layar, kita bisa melihat dia sangat khawatir dan cemas tentang istrinya.

YJ : Adegan berlari itu di-syuting tepat di awal.
Saya pernah mendengar sebelumnya tentang gaya syuting sutradaranya, tapi saya masih tidak punya pengalaman dengan hal semacam itu di syuting.  Saya ingin belajar sesuatu, itu sebabnya saya mempersiapkan diri secara mental untuk menerima tantangan itu.  Tapi tetap, hari pertama sangat sulit.  Adegan berlari menaiki tangga tersebut adalah adegan yang sangat singkat dalam film, tapi itu benar-benar disyuting dari tangga pertama sampai akhir.

T : Benarkah?  Jadi Anda hampir kehabisan napas dan terengah-engah ketika akhirnya Anda mencapainya dan tidak mengetahui kamar istri Anda, perasaan yang sangat bisa dimengerti.

YJ : Jika April Snow telah diputuskan pada berbagai keadaan sebelumnya, atau jika telah menyangkal semua daya tarik terlebih dulu, In Soo tidak hanya akan menyangkal perasaannya, In Soo juga akan ditulis sebagai karakter yang sangat emosional.  Mungkin itu berarti lebih banyak emosi yang akan dinyatakan dan diungkapkan dan mungkin akan ada lebih banyak ledakan atau ungkapan perasaan aktif.  Tapi tidak, saya sudah benar-benar berubah menjadi In Soo.  Saya sebagai In Soo, segala macam perasaan akan mengalir keluar dan dinyatakan.  Saya sendiri tidak setuju dengan perselingkuhan, dan akan menolak untuk menghadapinya bahkan dalam situasi yang ironis seperti itu.  Kontradiksi semacam itu muncul berkali-kali dalam film.

T : Ini jelas sekali berbeda dari Untold Scandal.  Untold Scandal menggambarkan seorang playboy.  Adegan pembukaan dimana artisnya bercinta di tengah-tengah lukisan itu begitu indah.  Saya terkejut ketika melihatnya.  Itu adalah adegan bercinta seorang playboy, bukan?

YJ : Saya sendiri juga terkejut. [Keduanya tertawa]
Ketika sedang syuting Untold Scandal, saya terkejut pada bagaimana saya bisa menggambarkan perasaan mereka dan melakukan adegan tersebut.  Saya pikir bahkan keluarga saya yang mengenal saya dengan baik pasti terkejut juga.

T : Itu karena Anda sedang bermain peran tertentu, itu bisa dimengerti.
Saya juga tahu mengapa semua orang suka Bae Yong Joon, itu justru karena komitmen dan pengabdian ke dunia perfilman, dan fokus dan konsentrasi untuk akting dan semua hal yang berkaitan dengan hasil kerja Anda.

YJ : Saya benar-benar sangat berterima kasih jika Anda melihat saya seperti itu.  Mulai sekarang, sebagai seorang aktor, saya ingin memainkan semua jenis peran.

T : Apa pendapat anda tentang hubungan persahabatan Jepang dan Korea seperti sekarang ini?

YJ : Saya pikir itu hal yang baik.  Sampai saat ini, Korean Wave hanya dilihat dari satu sisi, seperti tren miring yang sebagian besar harus dilakukan dengan alasan komersial.  Oleh karena itu ada pandangan negatif tentang hal itu di Jepang.  Ini sangat dimengerti bahwa sebagian besar orang menentangnya.
Tapi saya berharap bahwa mulai sekarang, itu tidak hanya akan menjadi tren satu sisi, itu harus dua arah.  Kita perlu sebuah tren yang mengalir dua arah.  Dan kecenderungan itu seharusnya tidak dibatasi hanya dengan pertukaran budaya antara Jepang dan Korea, kita harus lebih mengembangkannya dan tumbuh menjadi sebuah pertukaran budaya pada tingkat Asia.

T : Hal tersebut pasti mungkin dengan bintang seperti Anda. 
Kepada penggemar BYJ, hari ini kita telah bersama Mr. Bae Yong Joon kita.  Saya percaya Anda akan mampu mengalami dan merasakan keajaiban dan kharisma Bae Yong Joon.  Saya juga sangat senang hari ini.  Semoga sehat selalu dan terima kasih banyak. [dalam bahasa Korea]

YJ : Terima kasih.

[Keduanya berjabat tangan, dan kemudian Yong Joon memberi Madam Tetsuko pelukan]



video from YT by byjtamayon


Selasa, 24 September 2013

Kisah Hidup Bae Yong Joon - Bagian 2

Saya merasa begitu banyak penyesalan untuk drama First Love

The Dailysports Newspaper (1997 ~ 8 20 9 20).
Diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Hyeon.
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Meytamaria di byjindofam.blogspot.com.
[Mohon kredit ditulis lengkap bila dimuat kembali di lain tempat].


www.asianwiki.com


Rating drama ini sangat menakjubkan, belum pernah terjadi sebelumnya dan popularitas yang saya peroleh juga diluar dugaan saya.  Namun, drama ini juga menghasilkan begitu banyak penyesalan buat saya sebagai seorang aktor.

Selama 8 bulan shooting 66 episode First Love, saya mengalami frustrasi karena merasakan kurangnya kemampuan akting saya.  Biasanya setelah syuting selesai, meskipun semua staff dan pemain lain telah meninggalkan lokasi syuting, saya masih sering duduk melamun sendiri di lokasi.  "Mengapa saya tidak tampil lebih baik di adegan..."  "Saya bisa tampil lebih baik dalam situasi...."

forums.soompi.com

Saya selalu menghabiskan satu atau dua jam untuk mengingat adegan yang sudah dilakukan.  Lalu saya akan merasa menyesal dan menyalahkan diri sendiri karena tidak berkinerja dengan baik.  Untungnya, tidak hanya penyesalan saja yang tersisa.  Ketika mengingat kembali gairah saya dalam drama tersebut, saya bisa tersenyum sekarang.  Bisa selamat dari peristiwa menakjubkan tersebut telah menjadi kenangan yang menyenangkan sekarang.

Syuting hari pertama di Chun-chon.  Adegannya saya mengendarai motor mendahului sebuah jip tapi kemudian terjatuh ketika mencoba untuk menghindari tabrakan dengan sebuah truk.  Tepat pada saat itu, saya sudah mendahului jipnya dan siap untuk jatuh, tapi saya merasa terlalu dekat dengan garis tengah jalan raya.  Truk itu terus melaju.  Jika saya jatuh disaat yang seharusnya, truk itu akan langsung melindas kepala saya.

forums.soompi.com

Dengan segenap kekuatan, saya memperlambat laju motor dan jatuh seperti yang seharusnya.  Saya merasa hanya ada jarak yang kurang saat itu.  Suara roda truk yang melaju menyapu saya bagaikan ledakan angin dan kemudian saya terlempar ke jalan.  Ketika saya bangun, saya merasakan sakit di pergelangan tangan kiri, dan lingkungan yang tiba-tiba bising.  Orang-orang datang berlari menghampiri saya.  Juga, PD Lee Jin-Yeung langsung berteriak "stop syuting".  Mereka pikir saya sempat tertabrak.  Untungnya, kameraman telah menangkap adegan pada saat yang kritis tersebut dan ia heran dengan dengan dirinya sendiri.

Kecelakaan tidak berakhir disini.  Ini terjadi lagi pada hari berikutnya .....  Setelah kecelakaan pada hari sebelumnya, sayamerasa agak tenang.  Namun, kalau saya mengingat lagi situasinya, saya merasa pusing.  'Apa yang akan terjadi jika saya jatuh sedikit lebih awal, pikiran itu membuat saya merasakan dingin yang merayap di sepanjang tulang belakang dan membuat saya merinding.  Namun, merinding saja itu tidak menjadi masalah.  Persendian pergelangan tangan kiri saya cidera sejak kecelakaan itu.

Sebenarnya masih ada banyak adegan dengan sepeda motor tetapi saya merasakan kekuatan yang tidak maksimal ketika pergelangan tangan saya harus memegang pegangan sepeda motor.  Dengan perasaan cemas, saya tetap melanjutkan syuting.  Kali ini, adegannya saya harus naik sepeda motor dengan menaiki tangga.  Meskipun saya bisa meminta seorang pemeran pengganti, PD ingin saya sendiri yang melakukannya dan saya juga ingin melakukannya sendiri.  Dengan perban yang erat di pergelangan tangan kiri, saya kemudian naik di sepeda motor tersebut.  Saya terus mengatakan pada diri saya sendiri, "Saya bisa melakukannya".  Dan setelah menerima tanda "Cue", dengan suara menderu, sepeda motor melaju dengan cepat ... di udara.  Kemungkinan karena pergelangan tangan kiri saya tidak bisa berfungsi secara normal maka saya tiba-tiba melepaskan gagang.  Tampaknya roda depan sepeda motor itu naik ke langit, dan saya merasa terlempar jatuh ke tanah.

forums.soompi.com

Tiba-tiba, seseorang meraih bagian belakang leher saya dengan tangannya.  Dan kemudian tubuh saya sudah meluncur ke halaman di samping tangga.  Terima kasih pada PD seni bela diri yang sudah menduga kondisi saya sebelumnya sehingga dia terus mengawasi saya.  Akibatnya, ia bisa menangkap dan melemparkan saya dengan sigap pada saat ia melihat saya akan jatuh.  Dengan memikirkan hal ini, saya mengucapkan terima kasih untuk apa yang telah dilakukannya untuk saya dengan keterampilannya yang luar biasa.

Lalu, saya merasa ditantang lagi.  Tidak perlu untuk menginspirasi diri saat ini.  Kebanggaan didalam diri jauh lebih dari cukup.  Perasaan tak tertahankan terhadap pergelangan tangan kiriku, tangga dan sepeda motor mengilhami saya saat ini.  Harga untuk sukses adalah banyaknya sisa jujuba (es krim Korea yang tidak lembut tapi es krim beku).  Pengobatan terbaik untuk keseleo dari ligamen pergelangan tangan adalah untuk menerapkan es-pack.  Karena syuting yang terus menerus, saya tidak memiliki kesempatan untuk dirawat dengan tepat dan apa yang paling saya butuhkan saat itu adalah es.  Namun, bagaimana bisa mendapatkan es di tempat syuting?  Oleh karena itu, kami menemukan sebuah alternatif, jujuba.  Manajer saya, Young-chan dan Dae-ok, berulang kali membeli jujuba dari toko lokal.  Berulang kali juga, jujuba meleleh, dan orang-orang akan memakannya sampai tak seorang pun ingin memakannya lagi, dan akhirnya ada sekitar 40 - 50 kantong vinil jujuba yang tersisa.

Saya sempat terluka lagi selama syuting tapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan 2 kecelakaan sebelumnya.  Adegan ini terjadi di gudang, dimana saya dikeroyok oleh geng.  Sebenarnya, semua adegan aksi termasuk menghindari dan memukul telah diatur sebelumnya sesuai dengan script.  Namun demikian, dengan tak terduga kepalan datang ke arah saya.  'Puck' itu bukan efek suara tapi suara pecah yang datang dari bibir saya.  Saya tiba-tiba merasakah kejang dan bergidik di seluruh tubuh.  Seperti kita ketahui, petinju akan merasa seperti di neraka ketika ia mendapat pukulan di perut dan merasa seperti surga ketika ia dipukul di wajah.  Saya tidak pernah mengerti rasa yang seperti itu sampai saya merasakan pukulan di wajah saya.

happiebb.blogspot.com

Ketika saya mengusap darahnya, saya menemukan wajah sangat menyesal di depan saya.  Itu milik Mr Yun Jin-ho.  Meskipun saya sudah berkali-kali menjelaskan kepada Mr Jinho bahwa tidak ada yang perlu disesali, saya masih tidak bisa menghentikan permintaan maafnya sepanjang syuting.  Karena bibir saya sobek dan bengkak, saya akhirnya harus menunda jadwal syuting sebuah CF.  Hari-hari berikutnya, giliran saya untuk merasa menyesal.  Saya masih bisa tahan dengan niatnya untuk memperhatikan saya dengan ekstra hati-hati, tapi dia masih tetap membelikan saya ini dan itu, dan membuat saya terpesona.  Lebih buruknya lagi, membanjirnya telepon protes dari penggemar saya terhadap Mr Jinho setelah berita cedera yang saya alami dimuat di suatu surat kabar.  Saya merasa sangat malu sampai ingin bersembunyi di lubang tikus.

Drama ini juga mengajarkan saya satu hal, air mata, sebagai seorang artis.  Selama ini, saya tidak bisa menangis.  Namun, drama ini mengajarkan metode tentang bagaimana menangis.  Ada adegan dimana Mr. Kim In-Moon, yang memainkan peran sebagai ayah saya, berteriak "semua tidak ada gunanya lagi " ke arah saya sambil terbaring tak berdaya di ranjangnya.  Dan saya harus berlari sambil menangis keluar dari ruang perawatan.  Sebelum syuting, saya pikir "Apakah saya bisa berhasil?"  Namun, begitu saya berlari keluar dari ruang perawatan, air mata saya langsung jatuh bercucuran.  Setelah menyelesaikan adegan, saya beristirahat di van, dan air mata saya masih mengalir seperti sebelumnya.  Karena bahagia, mulut saya tersenyum tapi air mata saya masih berlinang.  Young-Chan, yang sebelumnya sudah berada di van, melihat saya seperti itu, menjadi bingung tetapi tidak bisa menahan diri untuk tertawa.  Tapi saya tidak peduli.  Saya masih merasa heran, bagaimana saya bisa menangis.

me.hancinema.net

Ini mungkin karena pengalaman sebelumnya, saya bisa menangis bebas tanpa merasa gugup ketika saya melihat Choi Jong Su - yang berperan sebagai kakakku dalam drama, berbaring di bangsal karena kecelakaan.  Saya tidak bisa mengerti bahwa saya, yang tidak pernah bisa menangis, bisa menangis hanya untuk sebuah peran.  Setelah banyak berpikir, saya menarik kesimpulan bahwa saya dipengaruhi oleh orang-orang sekitar, Mr Kim In-Moon, Mr Choi Jong Su-dan Miss Song Che-Hwan, kakak sulung saya dalam drama ini.  Mereka memperlakukan saya sebagai salah satu keluarga tidak hanya dalam syuting tetapi juga dalam kehidupan nyata, yang membantu saya untuk mendalami peran dengan lancar.

happiebb.blogspot.com

Mr. Kim In-Moon dan saya selalu yang pertama tiba di tempat syuting setiap hari.  Ketika saya disambut Mr Kim di ruang tunggu sementara tidak ada orang lain di sana, dia akan selalu memberi pelukan dan tepukan di pinggul saya.  Cara seperti itu telah menjadi awal dari tugas kita sehari-hari sejak itu.  Selain itu, saya mengubah cara memanggilnya dari 'Sir' menjadi 'Ayah'.  Bagi saya, Mr Kim benar-benar seorang ayah ketimbang pemain senior.  Keluarga Chan-Woo seperti sebuah kenyataan.  Selama waktu makan makan, tim lain akan makan secara individual tapi keluarga kami selalu makan bersama-sama.  Mr. Kim selalu mengambil obat yang sebelumnya sudah disiapkan dari sakunya jika seseorang tampak lelah karena syuting.  Su-Jong sering memberi saya pakaian, sepatu, dll dan memperlakukan saya seperti adiknya.  Selain itu, Miss Chae-Hwan selalu memberi kami kopi hangat yang dibuatnya sendiri.

Tim sedang berkumpul untuk makan bersama.  Adalah hal yang biasa untuk saling bersulang.  Tapi Mr.Kim, yang saat itu kesehatannya lagi kurang baik, merasakan sulit untuk menolak bersulang dari kami yang masih muda-muda.  Kemudian Su-Jong dan saya yang duduk di samping Mr Kim, kami mengatakan, "Ayah, terima saja semuanya.  Biar kami yang menangani", dan Mr Kim menerima semua sulangan tanpa ragu-ragu.  Tentu saja, kita berdua kakak-adik yang akhirnya mabuk.


Lee Yeung Jin-PD telah mengajarkan saya sebuah pelajaran besar yang tidak akan pernah saya lupa.  Sekali waktu, saya memakai celana panjang yang harus diikat di bagian pergelangan kaki.  Agar lebih keren, saya tidak mengikatnya seperti seharusnya, dan PD Lee PD memanggil saya.  Dia menunjuk pergelangan kaki celana saya dan memarahi saya "apa yang Anda katakan dan apa yang Anda kenakan adalah model bagi semua remaja.  Fans melihat aktor sebagai guru mereka.  Bagaimana Anda dapat muncul dengan cara seperti itu?".  Kemarahannya sangat tak terduga.  Pada saat itu, saya merasa sangat malu dan wajah saya berubah merah.  Saya masih mengingat pelajaran yang saya dapat saat itu, bahwa 'seorang aktor adalah public figure'.

forums.soompi.com